Home / Nasional / Jumaga Nadeak Hadir di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumaga Nadeak Hadir di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berada di tengah – tengah mahasiswa saat berlangsung unjuk rasa

Suarabirokrasi.com, Tanjungpinang – Meski di tengah terik matahari. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak menyempatkan diri, hadir menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa, yang berlangsung di halaman kantor DPRD Kepri, Dompak, senin (12/09/2022).

Di tengah aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu. Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak berdialog langsung, menggunakan alat pengeras suara milik mahasiswa.

Saat itu mahasiswa meminta Ketua DPRD Kepri untuk menandatangani surat pernyataan sikap mahasiswa terkait kenaikan harga BBM. Namun Jumaga mengaku akan membicarakan permintaan mahasiswa itu bersama anggota DPRD Kepri lainnya, dan akan berkoordinasi kepada Gubernur selaku perwakilan pemerintah pusat.

“Saya akan coba melakukan komunikasi kepada Gubernur agar ini dapat ditinjau kembali.”kata Jumaga.

Ratusan mahasiswa Kepri memadati jalan hingga halaman kantor DPRD Kepri di Dompak

Untuk antipasi dampak kenaikan harga BBM. Lanjut Jumaga, saat ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk nelayan di Kepri.

“Untuk menangani dampak kenaikan harga sekitar 20 hingga 30 persen ini, kita telah alokasikan anggaran untuk nelayan. Dana bantalan ini, sebanyak 2 persen dari DAU dan juga diambil dari anggaran terduga sebesar Rp.8 miliar,”terang Jumaga Nadeak.

Pada kesempatan itu, Jumaga mengajak mahasiswa untuk mengawal pendistribusian anggaran bantuan untuk nelayan agar tepat sasaran.

“Saya rasa, saat ini yang lebih penting adalah, mari kita kawal anggaran ini agar tepat sasaran.”ucap Jumaga.

Jumaga Nadeak (pegang mic) sedang menjawab permintaan mahasiswa

Tak lama berlangsung dialog. Mendadak terjadi pelemparan mulai dari berupa botol minuman air mineral, hingga batu dari arah yang tidak diketahui. Dan Sekretaris DPRD Provinsi Kepri Martin Luther Maromon terkena lemparan batu di bagian pelipis mata kirinya. Saat kericuhan itu juga terlihat salah seorang mahasiswa, Januar di bawa oleh tim Dokkes Polresta Tanjungpinang didampingi anggota Polresta, disebabkan dalam kondisi sakit.

Mengenai kericuhan ini, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol H Ompsunggu mengungkapkan bahwa mahasiswa sudah diterima oleh Ketua DPRD dengan suasana kondusif. Namun saat itu, mahasiswa memaksa menandatangani, kendati Ketua DPRD Provinsi telah menyampaikan akan mengkoordinasikanaspirasi mahasiswa ini.

“Kami sampaikan silahkan menyampaikan aspirasinya dengan baik dan teratur, ketua DPRD sudah duduk bersama dengan kita di lapangan supaya apa yang disampaikan diterima,” jelasnya.

Penulis : Edy M