Home / Bintan / Pedagang Pasar Tolak Usulan BUMD Bintan

Pedagang Pasar Tolak Usulan BUMD Bintan

Suasana saat sosialisasi kenaikan harga sewa kios dan lapak oleh PT.BIS, Rabu (13/07) di Pasar Barek Motor, Kijang

Suarabirokrasi.com-Bintan,-

PT. Bintan Inti Sukses (BIS) melakukan sosialisasi kenaikan tarif sewa lapak dan kios pasar Barek Motor dan pasar Inpres kepada para pedagang pasar pada hari Rabu (13/07) di Pasar Barek Motor.

Untuk kesepakatan kenaikan tarif per masing- masing lapak dan kios yang bervariasi dari kenaikan 20 persen hingga 200 persen, Direktur BUMD Bintan, Susilawati memberikan masa tenggang kepada pedagang untuk memberikan jawaban melalui masing-masing pengurus.

“Jadi bapak ibu, kami berikan waktu seminggu, silahkan jawabannya disampaikan kepada pengurus dan nanti dilaporkan kepada kami agar dapat kami tindak lanjuti.”kata Susilawati kepada pedagang.

Pernyataan Susilawati ini lantas disambut para pedagang dengan teriakan emosi menolak kenaikan dan terlihat beberapa pedagang berteriak dengan raut wajah marah memerah mendekati perwakilan PT.BIS saat itu.

“Intinya sekarang kami menolak! Dan sekarang kita bubar ! Tidak perlu tunggu seminggu, sekarang kami jawab, kami menolak”teriak para pedagang meninggalkan Kursi mereka.

Keberatan pedagang terkait kenaikan.

Kepada media ini, salah seorang pedagang kaki lima mengatakan keberatannya atas kenaikan harga sewa lapak karena minimnya pelayanan dari pihak BUMD

“Dari kemarin mau menata lapak kaki lima, tapi sampai sekarang tidak beres, malah mau minta naik harga sewa, pokoke kami tidak setuju,”kata ibu ini.

Kenaikan tarif sewa lapak juga ditolak oleh pedagang ikan. Rencana kenaikan yang mencapai 200 persen itu, dinilai sangat memberatkan beban para pedagang yang saat ini merasa masih kesulitan dampak krisis akibat pandemi. Selain itu, beberapa diantaranya juga mengaku tidak puas dengan pelayanan pengelola pasar ikan, yang hingga kini kondisi lantai pasar cukup memprihatinkan.

Penulis : Edy Manto