Home / Nasional / Soerya Respationo Menyikapi Tenaga Ahli TKA di PT BAI

Soerya Respationo Menyikapi Tenaga Ahli TKA di PT BAI

Tanjungpinang – Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dari pasangan nomor urut 1 (satu), DR H Muhammad Soerya Respationo SH MH menjawab sejumlah permasalahan dan rencana pembangunan Provinsi Kepulauan Riau ke depannya saat melangsungkan acara silahturahmi bersama perwakilan Parsahutaon Masyarakat Batak Se-Kota Tanjungpinang, jumat malam, (09/10/2020) di Rumah Makan Suka Ramai, KM.5 Tanjungpinang.

“Pembangunan di Kepri akan kita Kluster sesuai tujuan pembentukannya. Misal di batam sesuai filosofi berdirinya kota sebagai Kota Industri dan di Natuna, selain potensi minyak dan gas, akan kita bangun juga industri perikanan terpadu di Natuna mengingat kekayaan hayati disana,”terang Soerya Respationo menjawab pertanyaan bapak Manik.

Wilayah Kota Tanjungpinang. Lanjutnya, akan menjadi pusat Kebudayaan dan untuk memperkuat Kota Tanjungpinang agar bisa menjadi pusat ekonomi, maka jembatan Batam – Bintan harus terbangun terlebih dahulu.

Selanjutnya Soerya Respationo menanggapi keberadaan dan keahlian Tenaga Kerja Asing di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang disebut tenaga ahli meski sebagai tukang, hal itu turut dipertanyakan oleh perwakilan masyarakat kepada Soerya Respationo

” Permasalahan TKA PT BAI pak, mereka dikatakan tenaga ahli. Padahal mungkin lebih hebat lagi tenaga kerja kita dalam bekerja daripada mereka pak. Bagaimana ini pak? Karena saya tanya ini bukan untuk saya tapi untuk anak cucu kami nantinya,”tanya Tampubolon, domisili KM.12 arah Tanjung Uban.

Menyikapi pernyataan itu. Soerya Respationo tidak menampik kebenaran bahwa keahlian dalam berkerja dapat dikatakan lebih ahli tenaga kerja lokal. Namun menurutnya, keahlian perlu mendapatkan pengakuan secara luas baik nasional maupun internasional.

“Benar itu pak, tetapi tenaga ahli yang disana diakui melalui sertifikatnya dan sertifikatnya diakui secara internasional. Kondisi kita saat ini hanya bisa mencetak tenaga terampil tanpa sertifikasi.jelas Soerya Respationo.

Lanjutnya mengatakan bahwa, sertifikasi di Indonesia berdasarkan pengalaman dari para tenaga kerja di Indonesia, terkadang tidak diakui oleh perusahaan berskala internasional. Untuk itu, merupakan aspirasi bagi dirinya untuk membangun tenaga kerja di Kepri sebagai tenaga kerja ahli dan berkompeten serta diakui secara nasional dan Internasional.

 

“Untuk solusi bagi anak cucu kita disini. Kita sebagai pemerintah harus membuat Balai Latihan Kerja (BLK) yang benar-benar mencetak tenaga terampil dan bekerja sama dengan lembaga pendidik juga lembaga penguji yang diakui secara nasional maupun internasional,”ungkap Soerya Respationo menjawab pertanyaan dan disambut aplaus tepuk tangan dari hadirin.
Penulis : Edy
Fhoto : Red

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin