Suarabirokrasi.com – Proyek pembangun Pelabuhan Roro Kuala Maras dikerjakan terkesan asal-asalan yang menjadi sorotan masyarakat yang kecewa melihat kondisi mutu konstruksi bangunan yang telah dikerjakan.
Kekecewaan ini diungkapkan salah seorang pemuda Desa Kuala Maras, Fendi saat sedang melihat kondisi Pelabuhan RORO Kuala Maras yang telah dikerjakan pada tahun 2024 lalu dan menghabiskan dana APBN sebesar Rp.31 miliar lebih.
Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Samudera Anugrah Indah Permai masih terlihat sedang dikerjakan, kendati telah melewati masa pemberian kesempatan selama 50 hari kerja sejak berakhirnya masa kontrak di akhir tahun 2024.
Tidak hanya tidak selesai dikerjakan, di beberapa bagian lantai dekat batu miring pembatas ke laut, terlihat berlubang dan tanah di bawahnya kosong. Kondisi ini menyiratkan pengerjaan pemadatan tanah dan pengecoran lantai tidak sesuai standar mutu.
“Proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat lokal ini justru menunjukkan ketidaksesuaian antara kondisi di lapangan dan harapan masyarakat.”ungkap Fendi saat di lokasi Pelabuhan, Rabu (06/08/2025) Sore.
“Lihat saja, itu ada lobang yang terlihat jauh ke dalam, tidak tahu berapa meter kedalamannya. Harusnya tidak begitu, proyeknya aja belum siap dikerjakan, masak sudah mau ambruk. Kan lucu, ” Ujar Fendi kesal.

Fendi mengaku, kedatangannya ke lokasi proyek Pelabuhan RORO Kuala Maras dikarenakan adanya keterangan warga terkait adanya lobang yang cukup besar di area pangkal Pelabuhan Roro.
“Saya didatangi warga, dia minta saya turun ke lokasi melihat yang katanya ada lobang yang cukup dalam, makanya saya ke lokasi Proyek. Ternyata benar ada dua buah lobang di kiri dan kanan pangkal Pelabuhan Roro, tapi saya tidak tau berapa meter kedalamannya. Yang jelas jika tidak segera dilakukan perbaikan, tembok itu akan segera roboh, “Ujar Fendi.
Fendi menyesali atas kurang nya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Konsultan Pengawas. Menurut Fendi, Harusnya itu tidak semestinya terjadi. Karena Proyek Roro ini belum diresmikan bahkan pengerjaan nya belum juga siap.
“Seharusnya ada monitoring yang ketat dan berkala untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana agar tidak ada penyimpangan di dalam pengerjaan proyek,”terang Fendi.
Fendi berharap, pemerintah daerah terutama pihak desa dan kecamatan ikut serta mengawasi proyek-proyek besar yang masuk di wilayah Kecamatan Jemaja Timur, serta memastikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta tidak membahayakan.
Saya minta pihak Kecamatan dan Pemerintahan Desa Kuala Maras untuk segera turun ke lokasi proyek RORO. Kami ingin proyek ini tidak hanya megah secara fisik, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih baik dari banyak pihak,”pungkasnya. (BG)





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.