Home / Tanjungpinang / Tanggapi Keluhan di Puskesmas, Kadinkes Tanjungpinang Ingatkan Tingkatkan Pelayanan

Tanggapi Keluhan di Puskesmas, Kadinkes Tanjungpinang Ingatkan Tingkatkan Pelayanan

Suarabirokrasi.com, Tanjungpinang,- Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam menanggapi permasalahan yang mencuat terkait pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Batu.10 dan Puskesmas Sei Jang.

Merespons terkait pelayanan di Puskesmas Sei Jang yang berkaitan dengan kasus meninggalnya Dyo Putra Pratama. Rustam mengaku telah menerima laporan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sei Jang, dr Muhammad Paisal, tidak lama setelah kejadian.

“Saya mendapat laporan itu tidak lama setelah kejadian,”kata Rustam di kantornya, Rabu (10/07/2024).

Rustam menerangkan. Korban awalnya ke Puskesmas Sei Jang dengan keluhan diare dan muntah. Setelah ditangani sesuai prosedur, lalu korban diberikan obat.

“Penanganannya sudah sesuai SOP. Namun kita tidak tahu musibah yang dapat datang kapan saja,”kata Rustam.

Lanjut Rustam. Masalah ini menurut kabar yang diterimanya telah dilaporkan pihak keluarga korban ke kepolisian dan itu saat ini menjadi kewenangan aparay kepolisian.

“Itu sudah ada laporan ke kepolisian, dan itu tentu sudah ranah kepolisian,” ucapnya.

Sedangkan terkait keluarga warga mengenai pelayanan di Puskesmas batu 10, dirinya juga telah memanggil kepala Puskesmas dan meminta untuk melakukan peningkatan pelayanan.

“Maka itu saya berikan arahan kepada kepala Puskesmas, karena ada keluhan artinya ada pelayanan yang harus ditingkatkan,”ungkap Rustam kepada Kepala Puskesmas Batu 10 yang turut hadir saat itu.

Dinas Kesehatan Tanjungpinang pinang juga terbuka terhadap keluhan masyarakat, bahkan untuk peningkatan pelayanan, Dinkes juga menyediakan kotak saran dan masukan untuk dapat menampung penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

Penjelasan Kepala Puskesmas Batu 10

Kepala Puskesmas Batu 10, dr. Muhammad Al  Ghiffari menerangkan. Keterlambatan pelayanan yang mengakibatkan pasien harus menunggu lama, disebabkan pergantian waktu kerja atau shift

“Memang benar pak, pasien tersebut nomor antrian pertama jam 13.45 sesuai waktu yang tertera di E-Tiket,”katanya.

Lanjutnya menerangkan. Nama pasien sekiranya jam 14.30 dipanggil oleh petugas pelayanan, namun ternyata pasien tersebut sudah tidak ada, sehingga bagian pelayanan memanggil pasien nomor antrian kedua.

dr. Muhammad Al  Ghiffari mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan di Puskesmas Batu 10 agar masyarakat terlayani dengan baik terutama terkait pelayanan kesehatan.

“Saya Kepala Puskesmas Batu 10 berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik, terutama pelayanan dibidang kesehatan,”ucap dr. Muhammad Al  Ghiffari.

Penulis : Edy Manto

Tinggalkan Balasan