Site icon Suara Birokrasi

Rencana Pembangunan Pusat Data Nasional di Kota Batam

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate Saat menghadiri penyerahan sertifikat Lahan pembangunan Pusat Data di Batam dari Kepala BPN Provinsi Kepulauan Riau Nurhadi Putra kepada Pejabat Dirjen Kementerian Kominfo di Turi Beach Nongsa Batam, Jumat (24/06).

Suarabirokrasi.com, Kepri – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyaksikan penyerahan sertifikat Lahan pembangunan Pusat Data di Batam dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kepulauan Riau Nurhadi Putra kepada Pejabat Dirjen Kementerian Kominfo di Turi Beach Nongsa Batam, Jumat (24/06).

Seusai acara Johnny G. Plate dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa luas lahan yang akan digunakan dalam pembangunan pusat data nasional di dalam wilayah KEK Nongsa Digital Park adalah kurang lebih 5 hektar.

“Lahan ini adalah hibah dari Nongsa Digital Park, diberikan secara gratis. Ini adalah contoh dan teladan yang baik, kolaborasi antara Pemerintah dan sektor privat dalam rangka akselerasi digital kita,” jelasnya.

Pada lahan ini ungkap Menkominfo, akan dibangun pusat data tier 4 yang merupakan standar data tertinggi saat ini sesuai dengan standar global.

Pembiayaan Bilateral Indonesia – Korea, Senilai Rp2,3 Triliun

Adapun untuk pembiayaan Pembangunan Pusat Data Nasional ini menggunakan skema pembiayaan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Investor dari Korea dengan total investasi sekitar Rp2,3 triliun.

“Pembangunan fasilitas ini nantinya tetap mengedepankan pemanfaatan energi hijau atau green energi. Oleh karena itu kita juga minta keterlibatan pemerintah daerah untuk mempercepat proses amdalnya,” ungkapnya.

Selain di Batam, jelas Johny G. Plate, pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo juga melakukan pembangunan pusat data nasional di Jakarta. Kemudian akan dilanjutkan pembangunan Pusat Data di Kalimantan Timur sebagai Wilayah Ibukota Baru dan Labuan Bajo yang mengcover layanan digital untuk indonesia Timur.

“Setidaknya pembangunan Batam dan Jakarta bisa simultan. Kita akan bergerak cepat untuk kesiapan administrasinya dan terus berkoordinasi dengan Menkeu. Kita akan gerak cepat, target pembangunan pusat data ini akan selesai dalam 18 bulan,” ujarnya.

Dengan Pembangunan Pusat Data Nasional di Batam ini Menkominfo berharap pengambilan keputusan oleh Pemerintah nantinya akan lebih cepat dan lebih akurat.

“Pusat Data ini akan menjamin ketersediaan data yang akurat. Dengan data yang akurat akan menjamin kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam pengambilan keputusan. Sehingga semua kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah nantinya akan berbasis kepada data,”jelasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara dalam sambutannya mengatakan, saat ini adalah eranya digitalisasi, karena segala sesuatu telah dapat dilakukan secara digital. Pemprov Kepri sangat mendukung dan siap membantu Kota Batam sebagai Pusat Data Nasional dengan harapan akan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Kepri.

“Mohon arahan dan petunjuk Bapak Menteri, khusus untuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau apa ha g bisa dibantu untuk mewujudkan Batam sebagai Pusat Data Nasional,” pintanya.

Turut hadir di kesempatan ini wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Chairman Citra Mas Group Kris Wiluan, Presiden Direktur NDP Michael Wiluan, beberapa Pejabat Tinggi dan Madya Kementerian Kominfo, serta beberapa pelaku usaha di Batam.

sumber : kominfokepri

Silakan di Share
Facebook
Twitter
Linkedin
Exit mobile version