Home / Tanjungpinang / Tahun 2021, 437 Indikator Kinerja Program Pemprov Kepri Tercapai Sangat Tinggi

Tahun 2021, 437 Indikator Kinerja Program Pemprov Kepri Tercapai Sangat Tinggi

Usai Sidang, Gubkepri H. Ansar Ahmad (no.2 dari kiri) foto bersama unsur pimpinan DPRD Kepri di ruang sidang utama Balairung Raja Khalid, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (31/01).

Suarabirokrasi.com-Tanjungpinang,- Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2021 mencapai Rp 3,737 trilyun atau berkisar 96,98 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3,854 trilyun.

Capaian pendapatan ini terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,347 atau 93,86% dari target sebesar Rp 1,436 trilyun. Capaian pendapatan dari Dana Perimbangan sebesar Rp 2,362 trilyun atau 98,81% dari yang ditargetkan sebesar Rp 2,390 trilyun. Sedangkan pendapatan lainnya yang sah tercapai 100% dari target, sebesar Rp 27,537 miliar.

Capaian ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar.Ahmad, pada Sidang Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Provinsi Kepri Tahun 2021 di ruang sidang utama Balairung Raja Khalid, kantor DPRD Kepri Dompak, Tanjungpinang, Kamis (31/01).

Ansar juga menyampaikan gambaran belanja daerah Pemprov Kepri Tahun 2021 sebesar Rp 3,918 trilyun, dan terealisasi sebesar Rp 3,702 trilyun lebih atau sebesar 94,47 persen.

“Belanja tersebut terdiri dari belanja operasi meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah dan bantuan sosial, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.”ucap Ansar.

Sementara untuk Penerimaan Pembiayaan Tahun Anggaran 2021 yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya tersedia sebesar Rp 64,513 milyar lebih.

Gubernur Ansar juga mengungkap 534 indikator kinerja program pembangunan dan program rutin yang ditargetkan dari 40 urusan pada tahun 2021.

“Capaiannya, sebanyak 437 indikator memiliki status capaian sangat tinggi, 26 indikator berstatus tinggi, 15 indikator berstatus sedang, 6 indikator berstatus rendah dan 50 indikator berstatus sangat rendah.”jelas Ansar Ahmad.

Lanjut Ansar membacakan laporannya. Berdasarkan rekapitulasi terhadap capaian indikator kinerja program pada tahun 2021 tersebut, status capaian dengan kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang mencapai 89,51 persen.

Menurut Gubernur Ansar capaian tersebut tidak terlepas dengan dukungan dari DPRD Kepri, dan secara operasional dilaksanakan oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Beberapa indikator yang status capaiannya rendah disebabkan dampak pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga beberapa aktivitas dan kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tertunda,” tutur Gubernur Ansar.

Terakhir terkait Tugas Pembantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat pada tahun 2021, Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan alokasi anggaran untuk bidang Pertanian dan Pekerjaan Umum. Jumlah Tugas Pembantuan yang diterima Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 27,562 milyar lebih dan terealisasi sebesar Rp.27,043 milyar lebih atau 98,11 persen.

Rapat paripurna masa sidang ke-II kali ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, yang didampingi Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj. Dewi Kumalasari, Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Tjahjono, dan Wakil Ketua III Tengku Afrizal Dahlan.

Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut seluruh kepala OPD Pemprov Kepri, Staf Ahli dan Staf Khusus Gubernur Kepri, serta perwakilan Forkompimda Kepri.(*)

Editor : Edy
Sumber & Fhoto : Diskominfo Kepri

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin