Home / Batam / Konsep Demokrasi ‘Intimidasi’ Program Soerya – Iman

Konsep Demokrasi ‘Intimidasi’ Program Soerya – Iman

“Ketika menjelang kontestasi pilkada, konsep-konsep anak muda itu, dituangkan menjadi bagian dari Program Soerya Respationo – Iman Sutiawan. Anak mudalah yang tahu tentang harapan kelompoknya, tentang masa depannya,” ujar Agus.

Kepri,– Sebagai pemimpin, Soerya Respationo dan Iman Sutiawan memiliki visi dan misi untuk kondisi Kepulauan Riau ke depan. Visi dan misi yang kerap dimiliki para pemimpin atau negarawan, dan bukan merupakan visi misi yang muncul dadakan di saat Pilkada.

Demi terwujudnya visi misi selaras dengan kehidupan masyarakat secara luas, Soerya-Iman menyusun program-programnya dengan konsep demokrasi, yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Pada perjalanan masa kampanye, pasangan nomor urut 1 di Pilkada Kepri ini terhitung berhasil membangun konsep demokrasi melalui tahapan belanja masalah dan menjadikan program kerja, selanjutnya menjadi 1 tujuan bersama masyarakat untuk saling merangkul keberagaman demi terwujudnya program kesejahteraan secara luas untuk masa depan masyarakat Kepri.

Salah satunya, terkait Program Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo dan Iman Sutiawan untuk kaum muda dan milenial.

Demi mengakomodir aspirasi dari perintis kepentingan kemajuan kaum muda di Kepulauan Riau, Pasangan nomor urut 1 ini membuka ruang seluas-luasnya agar potensi kaum muda dan milenial di Kepri dapat berkembang. Bahkan pasangan bertagline Sinergi ini juga telah menyatakan akan memberi kesempatan kepada pemuda untuk menyusun program-program kepemudaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal itu diungkapkan oleh tim pemenangan SInergi, Agus Purwanto. Menurutnya, para pemuda yang berkepentingan untuk kebutuhan kaum muda dan milenial, bekerja sama bersama Soerya-Iman agar pemerintah ke depan adalah pemerintah yang memberikan akses seluas-luasnya kepada kaum muda untuk berkarya, termasuk di dunia cyber.

“Bersama Soerya – Iman, anak muda dan milenial masih punya harapan untuk berkarya, mengembangkan potensinya. Dan disinilah, anak-anak muda diajak berjuang bersama, sebagai pelaku, bukan pesuruh, untuk menjadikan Kepri Maju, karena Kepri ini milik bersama, berSinergi adalah satu-satunya jalannya,” ungkap tim pemenangan Sinergi, Agus Purwanto, Rabu (2/12)

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa sejak awal tahun, satu demi satu kelompok pemuda dan milenial datang ke pasangan Soerya – Iman untuk bertukar ide, adu gagasan hingga berujung pada konsep membangun kepri berkelanjutan dan meletakkan pondasi agar anak muda dan milenial di Kepri kelak bisa berdikari.

“Ketika menjelang kontestasi pilkada, konsep-konsep anak muda itu, dituangkan menjadi bagian dari Program Soerya Respationo – Iman Sutiawan. Bahkan di hadapan paslon, anak-anak muda itu kita beri kesempatan menyampaikannya sendiri. Anak mudalah yang tahu tentang harapan kelompoknya, tentang masa depannya,” ujar Agus.

Beruntung ternyata sosok Soerya Respationo dan Iman Sutiawan sejak awal memang memiliki perhatian khusus terhadap kaum muda. Sehingga tak heran bila pasangan bertagline Sinergi ini memasukkan pemberdayaan kaum muda dan milenial sebagai program prioritasnya.

“Tidak hanya itu, dalam perjalanan selama masa kampanye, anak-anak muda ini menjadi bagian pemenangan bukan sebagai pelengkap, tetapi motor utama pergerakan. Anak muda punya daya jangkau yang berkesesuaian zaman. Dan ini menunjukkan pasangan Soerya Respationo dan Iman Sutiawan nomor urut 1 mempunyai perhatian khusus untuk peran anak muda,” tutup Agus.(EEMM)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

PPID Kota Tanjungpinang Bersengketa, Mediasi Gagal

Terang - Gelap Transparansi Warga menggugat PPID Kota Tanjungpinang terkait informasi yang merupakan bagian dari hak masyarakat sesuai UU Keterbukaan Informasi Pubik.