Home / Batam / Menurut Soerya Respationo, Kepri Butuh Penanggulangan Kemiskinan Terpadu

Menurut Soerya Respationo, Kepri Butuh Penanggulangan Kemiskinan Terpadu

Batam,-Pada sesi kedua, Pasangan Sowrya-Iman mendapatkan pertanyaan dari moderator, yakni terkait penanggulangan kemiskinan yang belakangan ini meningkat akibat pandemi.

Menurut moderator. Dari data BPS, peningkatan penduduk miskin yang meningkat september 2020.

Menjawab itu. Soerya Respationo mengungkapkan bahwa Kepri.membutuhkan upaya penanggulangan kemiskinan seperti beberapa tahun lalu, saat Kepri memiliki Tim Kordinasi Pengentasan Kemiskinan (TPKP).

Menurut Soerya, TPKP merupakan sistem penanggulangan kemiskinan yang berlangsung lintas OPD dan juga mendongkrak kerjasama pemerintahan kabupaten/kota di Kepri dengan sistem penganggaran stimulus.

“Contohnya, bila kabupaten/kota merencanakan untuk 10 maka kita akan anggarkan 20,” kata Soerya Respationo.

Lanjutnya menjelaskan berbagai program yang pernah terlaksana saat dirinya sebagai Ketua TPKP. Diantaranya Program RTLH, Unit Usaha, Usaha Gizi Keluarga, Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan.

Sisi lainnya, menurut Soerya, perlu dilakukan penggalian pendapatan daerah, karena hal ini berkorelasi dengan nilai APBD Kepri, sehingga anggaran pemerintah daerah memiliki kemampuan untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan dan pendidikan

“Bila PAD kita meningkat, maka akan berkorelasi dengan APBD, sehingga untuk program kesehatan dapat lebih kita tingkatkan, demikian juga program pendidikan. Kita bisa anggarkan bahkan dapat melebihi dari 20 persen untuk pendidikan di Kepri,” kata Soerya Respationo.

Sementara pada kesempatan itu, Iman Sutiawan mengatakan bahwa untuk pelaksanaan program, pihaknya juga akan memaksimalkan pada pengawasan.

“Dan untuk pelaksanaan itu, kita juga akan melakukan pengawasan,” kata Iman Sutiawan di akhir waktu yang diberikan.(EEMM)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin