Home / Anambas / Plt. Kadis PU Anambas Bungkam, SRA Laporkan Dugaan Eksploitasi Anak

Plt. Kadis PU Anambas Bungkam, SRA Laporkan Dugaan Eksploitasi Anak

Anambas,- Buntut dari kecelakaan saat pengerjaan proyek Multi Years Anambas, Pembangunan Jalan SP II Tarempa yang menyebabkan La Ode Arif Rahman harus kehilangan jari kelingking tangan kanannya pada tanggal 3 Agustus 2020 lalu, menguak berbagai dugaan penyimpangan, yang sorotan publik, bahkan ke ranah hukum.

Pasca kecelakaan kerja, diketahui bahwa korban bernama La Ode Arif Rahman saat itu belum berusia 18 tahun dan tidak memiliki kompetensi sert keselamatan kerja standar, untuk bekerja di bidang yang menyebabkan dirinya kecelakaan. Sehingga diduga kontraktor mengekspolitasi pekerja bawah umur.

Diperkirakan, sejak tiga bulan lalu kasus ini tidak ada peningkatan dari status penyelidikan Polres Kepulauan Anambas. Sedangkan pihak Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah memanggil perwakilan perusahaan PT Ganesha Bangun Riau Sarana untuk diminta keterangan, tidak ada tindakan lanjutan.

Informasi dari sumber media ini, bahwa pihak perusahaan berdalih tidak memperkerjakan La Ode. Mengenai adanya pekerja dibawah umur yang bekerja tanpa identitas di proyek Multi Years Anambas itu, Plt. Kepala Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas, Isa Hendra saat dikonfirmasi tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui Whats App.

Sedangkan Ketua KPPAD Kabupaten Kepulauan Anambas Ronald Sianipar, menyebut pihaknya tidak memiliki bukti yang cukup untuk mendampingi kasus tersebut.

Permasalan ini mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa dan praktisi hukum di Anambas. Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Anambas (SRA) mengaku telah menyurati Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau. Dalam surat itu, SRA mendesak Disnaker Provinsi Kepri mengusut tuntas eksploitasi anak di bawah umur yang dilakukan PT Ganesa Bangun Riau Sarana dalam pengerjaan pembangunan SP II .

Selain itu, Haidir selaku Ketua Pelapor dari SRA berencana untuk melaporkan kondisi penanganan kasus di Polres Anambas ke Polda Kepri. Bahkan, bilamana upaya SRA tidak ditanggap dengan integritas pelayanan yang jelas, dirinya akan melakukan aksi Mosi tidak percaya terhadap sejumlah pihak. Menurutnya, upaya tersebut untuk memperjuangkan hak anak tersebut.

“Insyallah dalam waktu dekat kami akan sambangi Polda kepri di batam untuk menanyakan tindak lanjut kasus yang senyap hampir 3 bulan.” Sebut Haidir selaku Ketua Pelaporan dari SRA, Senin,2/11/20.

Secara terpisah, praktisi hukum Tri Wahyu, SH. yang ikut mendampingi SRA dalam pelaporan, turut memberikan penegasan kepada pihak-pihak terkait agar segera menyelesaikan kasus eksploitasi anak tersebut. Penegasan yang disampaikan dalam surat itu diantaranya.

  1. Meminta Disnaker Provinsi Kepri untuk investigasi terkait kelengkapan Laik Operasional serta Safety pekerja K3 PT. Ganesha Bangun Riau Sarana.
  2. Meminta agar hal ini segera ditindaklanjuti oleh Disnaker Prov. Kep. Riau.

“Setelah itu kami akan memproses masalah ini di Polda Kepulauan Riau di Batam dan kami akan siap mengawal hal ini sampai kedalam proses hukumnya,” tutup Wahyu.(Fitra)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin