Home / Batam / Soerya Respationo Akan Konsultasikan Impor Barang Bekas

Soerya Respationo Akan Konsultasikan Impor Barang Bekas

Batam,- Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, nomor urut 1 (satu) DR H Muhammad Soerya Respationo SH MH akan mengupayakan agar kebijakan impor barang bekas di buka kembali oleh Pemerintah Pusat.

Rencana itu diungkapkan Soerya Respationo saar menerima aspirasi masyarakat di Tanjung Sengkuang, Batam, Senin malam (26/10).

Menurut Soerya, upaya ini akan disejalankan dengan kepentingan pemerintahan Kepri dalam peningkatan ekonomi di masa dirinya menjadi Gubernur terpilih. Hal itu disambut antusias oleh warfa Tanjung Sengkuang.

“Soerya – Iman nomor 1, Sinergi pasti menang,” seru masyarakat mengeluarkan yel-yel menyambut Soerya.

Permasalahan hilangnya mata pencaharian masyarakat, diungkap oleh Adi selaku tokoh pemuda dan Karang Taruna setempat. Adi yang menyambut baik program prioritas dan visi misi yang dimiliki Soerya – Iman dalam pemulihan ekomomi.

Harapan besarnya kepada Soerya-Iman sebagai pemimpin Kepri yang dapat memulihkan kondisi mata pencaharian masyarakat, akibat terhentinya penjualan barang second di Batam.

“Kami berharap bapak dapat menormalkan kondisi ini hingga kegiatan ekonomi dapat kembali seperti semula,” harap dia.

Saat itu, Soerya menjelaskan tentang kebijakan ditutupnya keran impor barang bekas oleh pemerintah pusat. Namun, Soerya optimis sebagai Gubernur, dirinya akan dapat menyampaikan sebagai aspirasi Pemprov Kepri yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak kepada Pemerintah Pusat.

“Kami akan melakukan sesuai amanah yang diberikan untuk memimpin Kepri. Sehingg menjadi kebutuhan daerah yang penting untuk dikonsultasikan ke pusat dan berjuang agar keran ini dibuka kembali. Karena pedagang kecil seperti ini masuk dalam kegiatan informal yang menggerakkan ekonomi kerakyatan” jawab Soerya yang sambut gembira warga.

Dalam kunjungan silahturahmi bersama warga Tanjung Sengkuang, Soerya Respationo berkesempatan menerangkan program prioritas SInergi untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, kebijakan ini dibuat karena melihat besarnya dampak pandemi terhadap perusahaan besar maupun pelaku UMKM.

“Efeknya banyak yang terkena PHK dan kesulitan ekonomi, belum lagi anak sekolah melalui daring di tengah keterbatasan ekonomi seperti ini menjadi sangat sulit,” ungkap Soerya.

Selain mengenai ekonomi, Soerya juga menambahkan akan memberi ruang yang lebih besar terhadap generasi muda dan kaum milenial untuk berinovasi, termasuk pemuda yang tergabung dalam karang taruna.

“Bila selama ini ruang berkembangnya pemuda terlalu sempit, maka kita harus mempersiapkan sedemikian rupa, dengan memperbanyak Balai Latihan Kerja hingga menghasilkan SDM yang berkualitas dan berkeahlian,” tambah Soerya. (EEMM)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin