Home / Anambas / Kisah Karya Soerya Respationo Terhadap Syiar Islam di Kepri

Kisah Karya Soerya Respationo Terhadap Syiar Islam di Kepri

Kepulauan Riau,-Sebagian orang mengenal HM Soerya Respationo sebagai sosok politisi dan pejabat. Pandangan itu tak lepas dari pengalaman Soerya Respationo sebagai ketua partai politik yang pernah menduduki jabatan ketua DPRD Kota Batam dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

Dibalik semua jabatan itu, Soerya Respationo sejatinya adalah umat muslim yang sangat peduli terhadap dakwah, syiar islam dan pengembangan ummat di bumi bunda tanah melayu ini.

Kisah ini diungkapkan oleh Ustad Hamzah Johan yang cukup lama.mengenal Soerya Respationo. Bahkan, asal muasal semboyan ‘Satunya Kata dan Perbuatan’. yang meng identik dengan kepribadian Soerya Respationo. Menurutnya, semboyan cermin kepribadian Soerya itu diinspirasikan dari Al Quran surat Ash Shaff ayat 2 dan 3.

“Satunya Kata dan Perbuatan berimplikasi pada komitmen. Seseorang harus komit (menepati) janji-janjinya. Hal itu dibuktikan oleh beliau ketika sudah berjanji seperti membela legalitas tempat tinggal warga masyarakat, maka beliau berusaha secara tuntas, contohnya Kampung Durian, Kampung Belimbing dan tempat-tempat lainnya. Artinya beliau sangat komit dengan janjinya, satunya kata dan perbuatan,” ujar Hamzah, Selasa (27/10).

Lanjutnya mengkisahkan mengenai kemampuan berkhutbah yang dimiliki Soerya Respationo. Ustad Hamzah Johan menyebut Soerya Respationo merupakan seorang dosen pasca sarjana di bidang hukum yang lebih memilih menempatkan diri sesuai keahlian utamanya masing-masing.

“Hal ini sesuai keterangan dari Kyai H. Mustamin Hussein bahwa Pak Soerya semasa jadi wakil gubernur pernah jadi Khatib Jum’at di Kompleks Kantor Gubernur yang lama karena khatibnya pada waktu itu tidak datang,” jelas dia.

Sepengetahuan Ustad Hamzah, kiprah Soerya Respationo dalam organisasi keummatan bukanlah hal baru. Keterlibatan Soerya Respationo bersama pemuka agama islam, seperti Didi Suryadi, Mustamin Hussein dan Abdul Malik, Soerya Respationo sebagai penggagas terbentuknya Ikatan Persaudaraan Mubaligh (IPM) Kepri yang tersebar di 7 Kabupaten Kota Se-Kepri.

“Di IPM pak Soerya adalah Ketua Majelis Agung. Selain itu beliau juga berkiprah di Dewan Pertimbangan pada masa awal terbentuknya Persatuan Mubaligh Batam (PMB). Dan selanjutnya menjadi Dewan Pembina Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Kepri yang diketuai Kyai H. Didi Suryadi,” ungkap Hamzah.

Ia pun mengatakan lahirnya Perda Zakat Kota Batam nomor 03 Tahun 2009 tidak lepas dari dukungan dan dorongan Soerya Respationo yang saat itu menjadi Ketua DPRD Kota Batam.

“Itu sebabnya dalam visi misi dan rencana program kerja Soerya – Iman sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri ini ada program berdirinya Islamic Centre, pusat-pusat pendidikan agama Islam di 7 kabupaten kota, serta meningkatkan insentif setiap bulan bagi imam masjid, para mubaligh, guru-guru TPQ dan sebagainya,” pungkas dia.(red)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin