Home / Nasional / Ketua DPD RI Tekankan Sertifikasi Profesi Broker Properti

Ketua DPD RI Tekankan Sertifikasi Profesi Broker Properti

Surabaya – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, pelaksanaan sertifikasi profesi di Jawa Timur juga mendapatkan perhatian serius dari Senator asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Dalam rangkaian reses, LaNyalla bertemu dengan pelaku broker properti Jawa Timur di Graha Kadin Jatim, Sabtu (17/10/2020). Saat itu, ia menekankan pentingnya sertifikasi properti bagi seluruh tenaga kerja, termasuk tenaga kerja yang berprofesi sebagai broker properti.

“Ini harus menjadi kosentrasi kita bersama. Bagaimana broker properti di Jatim bisa tersertifikasi semua. Karena hingga saat ini, kabarnya jumlah broker yang tersertifikasi masih sangat kecil,”katanya.

Sertifikasi itu, menurut La Nyalla untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen kepada broker, sebagai bukti tenaga kerja broker adalah profesional dan berstandar nasional. Manfaat selanjutnya, untuk bersaing di pasar global.

Kebutuhan sertifikasi itu, diakui oleh Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Broker Properti Nasional, Tritan Saputra. Dirinya mengungkapkan ketatnya persaingan antar broker properti saat ini. Menurut Tritan Saputra, untuk menggaet konsumen, diperlukan keahlian khusus yang dimiliki broker tersertifikasi.

Saat ini, jumlah broker properti yang tersertifikasi sangat kecil, kurang dari 10 persen. Untuk itu Tritan berharap adanya dukungan DPD RI untuk meningkatkan kompetensi broker di Indonesia.

“Harapan kami, semua broker harus memiliki sertifikat kompetensi broker properti agar dalam bekerja bisa sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan Kepmenaker Nomor 343 Tahun 2015. Jadi sebenarnya aturan sudah ada, tetapi implementasi belum maksimal. Ini perlu dukungan DPD RI,” ujar Tritan.

Standar kompetensi tersebut juga berfungsi untuk menjembatani antara developer dengan buyer WNA, agar mereka tahu kebijakan dan peraturan tentang kepemilikan properti di Indonesia. Ini penting karena aturan terbaru yang tertera dalam UU Cipta Kerja, WNA boleh membeli properti di Indonesia.

Di tempat yang sama, Ketua Komite Skema LSP Broker Properti Nasional, Rudy Susanto berharap DPD RI dapat memberikan perhatian kepada hal ini. Sehingga BNSP dapat lebih sering menggelar uji kompetensi kepada para broker properti untuk selanjutnya bisa menerbitkan lebih banyak sertifikat broker properti.

Editor : Red
Sumber & Fhoto : Istimewa

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin