Home / Anambas / “PINGGUL TUNTAS” Soerya – Iman, Pendidikan Bebas Biaya

“PINGGUL TUNTAS” Soerya – Iman, Pendidikan Bebas Biaya

Kepulauan Riau,- Harapan dan tantangan masyarakat Kepulauan Riau saat ini kembali dijawab oleh Pasangan calon Gubernur Dr H Muhammad Soerya Respationo, SH MH dan calon Wakil Gubernur H Iman Sutiawan SE MM melalui berbagai program kerja yang dicanangkan akan dilaksanakan pada masa terpilih memimpin Kepulauan Riau.

Sebelumnya, pasangan calon nomor urut satu (1) ini dengan berani menerima tantangan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Kepri saat ini akibat Pandemi Covid -19 dan krisis ekonomi. Permasalahan itu diterima dengan membuat program kerja Recovery Ekonomi, sebagai prioritas kerja 100 harinya.

Tentunya upaya itu bukan sebagai asalan bagi mereka untuk mendapatkan kekuasaan. Sebagai pemimpin yang memiliku figur konsisten dan komitmen antara kata dan perbuatan. Paslon ber hastag SInergi Kepri ini ini membuktikan pengabdiannya kepada masyarakat sesuai kewenangannya yang diberikan oleh masyarakat melalui Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Selain menjawab tantangan pemulihan ekonomi. Paslon ini juga telah membuat program kerja untuk menjawab tantangan kehidupan yang dialami dan membebani masyarakat selama ini di bidang pendidikan.

Misi dan Program Kerja Pasangan calon Gubernur Kepri DR H Muhammad Soerya Respationo SH MH dan calon Wakil Gubernur Kepri H Iman Sutiawan SE MM direncanakan bersama timnya, bukan hasil rekayasa atau karya cipta yang sebatas iming-iming. Tetapi untuk menjawab dan memberikan solusi bagi masyarakat, yang didapat dari hasil belanja masalah di tengah masyarakat.

Belanja masalah itu membuahkan program kerja yang menjawab tantangan masalah masyarakat, sekaligus menegaskan fungsi pemerintah daerah sebagai penopang kehidupan masyarakat. Oleh itu, program kerja Soerya – Iman di prioritaskan untuk mendukung kepentingan masyarakat.

Demikian juga mengenai program kerja di bidang pendidikan. Terungkap oleh mantan Wali Kota Tanjungpinang 2013-2018, H Lis Darmansyah, Rabu (07/10/2020), bahwa Paslon Soerya – Iman memiliki Misi, salah satunya “Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing”. Program kerja prioritas di bidang pendidikan, yakni Program Pendidikan Gratis dan Program Pendidikan Unggul hingga Tuntas atau “PINGGUL TUNTAS”.

“Program ini diarahkan untuk Pendidikan SMU/SMK/Sederajat yang merupakan bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi. Pendidikan Gratis tersebut meliputi semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari seragam sekolah gratis, buku-buku pelajaran hingga tidak ada lagi istilah uang SPP yang harus dibayar”. Ujar Lis Darmansyah yang juga Walikota Tanjungpinang periode 2013 – 2018.

Menurutnya, pasangan H Muhammad Soerya Respationo dan H Iman Sutiawan berkomitmen akan menjadikan putra putri daerah di Kepri sebagai generasi berdaya saing. Oleh itu, jangan sampai ada putra putri daerah putus sekolah, baik disebabkan SPP, seragam sekolah atau buku pelajaran, dan jangan ada lagi siswa yang tidak mendapatkan ijazah karna belum membayar kewajibannya di sekolah.

“Hal-hal seperti itu jangan ada lagi nantinya.” terang Lis.

Lanjut Lis memaparkan bahwa program wajib belajar menengah atas merupakan harapan Soerya – Iman untuk dapat direalisasikan pada tahun ajaran nanti, mengingat masyarakat sangat membutuhkannya saat ini. Pembiayaan program ini, menurut Lis, akan ditanggung APBD untuk di alokasikan ke setiap sekolah, untuk melaksanakan program-program sekolah gratis.

Saat ini, papar Lis. Dari data yang ada, jumlah SMU di Kepri sebanyak 148 SMU dan jumlah siswa sebanyak 47.169 siswa. Terdiri dari 113 SMK dengan jumlah 32.441 siswa. Untuk Madrasah Aliyah (MA), terdapat 40 sekolah, dengan 4.670 siswa. Total siswa SMU/SMK/Sederajat diperkirakan sekitar 84.280 siswa. Kebijakan pendidikan gratis juga berlaku bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang merupakan bagian dari Kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Untuk sekolah swasta, selama masa Pandemi COVID-19, akan tetap diberikan subsidi dan dihitung sesuai ketersediaan anggaran untuk masing-masing siswa yang bersekolah di SMU/SMK/MA/SLB Swasta,”ungkap Lis mengenai program Pinggul Tuntas.

Program Pinggul Tuntas tidak hanya sebatas pada pendidikan menengah atas tetapi dilanjutkan ke pendidikan tinggi, sebagaimana komitmen Soerya – Iman menjadikan putra dan putri Kepri berdaya saing.

“Program ini berbentuk bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu, beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi maupun beasiswa kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi. Sehingga dengan program tersebut, diharapkan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena terkendala pembiayaan sehingga dapat meneruskan pendidikannya hingga tuntas” Tambahnya.

Selain upaya mencetak sumber daya manusia berpengetahuan. Menurut Lis Darmansyah, pasangan DR HM Soerya Respationo SH MH dan Iman Sutiawan SE MM ini ternyata memiliki komitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia yang memiliki kualitas keimanan dan akhlaq. Pendidikan atau pengetahuan keagamaan juga menjadi landasan atau dasar bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Oleh itu, direncanakan melalui pendidikan karakter terpadu yaitu membangun sumber daya manusia berbasis kualitas keimanan dan akhlaq, dan juga disertai pendidikan dengan berbasis nilai-nilai budaya serta kearifan lokal, akan terus dikembangkan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Tujuh wilayah Kabupaten/Kota di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Hal ini bertujuan agar generasi kedepan tidak lupa dengan akar nilai-nilai budaya melayu yang berkaitan erat dengan dunia Islam, sebagai tameng menghadapi arus budaya global. tanpa mengesampingkan pendidikan agama lainnya yang tumbuh dengan damai di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.” kata Lis menguraikan Misi dan Program Pasangan Nomor urut 1 itu.

Untuk pendidikan khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB), pengembangan akan dilakukan bertahap dengan membangun dan mempersiapkan sumber daya manusia yang akan ditempatkan pada sekolah pendidikan khusus (SLB) di wilayah Kabupaten/Kota yang belum memiliki Sekolah Luar Biasa. Biaya pendidikan akan diberlakukan gratis. Demikian halnya untuk pelajar yang mengikuti pendidikan di Pesantren-Pesantren atau pada Pusat Pendidikan Keagamaan maupun dukungan sarana prasarana keagamaan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

Program Pinggul Tuntas juga mencakup ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan hingga ke daerah Hinterland dan ketersediaan tenaga pendidik. Dari belanja masalah diketahui bahwa perlunya kepastian status bagi para tenaga pendidik di Kepri.

“Diantaranya, mereka (tenaga pendidik-red) hingga saat ini masih banyak yang berstatus honor dinas atau honor sekolah yang rata-rata pendapatan mereka hanya sekitar 1 Juta rupiah bahkan kurang dari 1 Juta rupiah.” ungkap Lis.

Dikatakan Lis, menurut DR H M Soerya Respationo dan H Iman Sutiawan SE MM miris melihat kondisi tenaga pendidik yang masih jauh dari sejahtera, bahkan sulit untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari sementara mereka memiliki tanggungjawab yang cukup besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Menuruttnya, tantangan guru honor sangat besar, mengingat kondisi geografis dan kondisi laut pada bulan-bulan tertentu yang harus dilewati demi kewajiban mengajar dan melaksanakan tugas-tugasnya pada wilayah wilayah di Pulau-Pulau Kecil bahkan Pulau terluar.

“Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi perhatian khusus Pasangan Calon Nomor 1, Bpk. H. Muhammad Soerya Respationo dan Bpk. H. Iman Sutiawan juga akan memberikan insentif khusus dan layak bagi tenaga-tenaga pendidik dan tenaga pendidikan yang berada di daerah perbatasan.”ungkap Lis.

Disamping itu, prioritas lainnya, membangun sarana dan prasarana hunian (komplek perumahan) bagi tenaga pendidik di daerah-daerah perbatasan dan daerah pulau yang sulit terjangkau. Pemerintah akan menyediakan transportasi laut dan biaya operasional guna menunjang kelancaran tugas para pendidik maupun kebutuhan peserta didik.

“Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN, maka seharusnya sudah tidak ada lagi istilah PTT ataupun Honorer melainkan yang ada yaitu ASN yang terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK.

Seharusnya tahapan penerimaan ASN PPPK tersebut harus sudah dilaksanakan sebagaimana amanat Perpres No. 38 Tahun 2020. Maka untuk para tenaga Pendidik yang saat ini masih berstatus Honorer, akan mendapatkan persamaan hak dan status yang sama sebagai ASN.

Tentunya bagi yang sudah lama mengabdi didunia pendidikan akan mendapatkan prioritas dan kemudahan didalam mengikuti seleksi maupun terkait persyaratan, selain untuk mengatasi keterbatasan tenaga Pendidik di Kepulauan Riau juga sebagai wujud apresiasi kepada para tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdikan diri didunia Pendidikan.

Program-program tersebut diatas telah melalui proses diskusi dalam perumusan sebagai rencana aksi serta perumusan metode pelaksanaan di Tahun 2021,

“Sekali lagi kami mohon doa dan restunya. Untuk dapat membuktikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat, dan menyelesaikan segala permasalahan dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau.” Tutup Lis Darmansyah.
Sumber & Fhoto : Rls/Istimewa
Editor : Eed

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Wabup Anambas : Waspada Varian Baru Covid-19

Anambas, SB – Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar apel operasi Ketupat Seligi tahun 2021 …