Home / Tanjungpinang / Bisnis Gelper “Berjudi” Ditengah Pandemi

Bisnis Gelper “Berjudi” Ditengah Pandemi

Salah satu lokasi Gelper di Bintan Plaza

Tanjungpinang,- Bisnis gelanggang permainan berhadiah di Kota Tanjungpinang kembali marak ditengah pandemi Covid-19. Bisnis ini sebelumnya sempat tutup sebab diduga praktek usaha yang dilaksanakan adalah perjudian. Kendati demikian, pemilik usaha tidak mendapatkan penanganan secara hukum oleh aparat.

Disebabkan tidak adanya penanganan hukum, buka tutup aktifitas permainan berhadiah yang berada di sekitaran lokasi suka berenang dan bintan plaza beroperasi secara terbuka untuk umum.

Berlangsungnya praktek usaha yang diduga ada unsur melawan hukum secara terang terangan di Kota Tanjungpinang ini dinilai akan mencederai citra Kepolisian di mata masyarakat. Sebab, kegiatan permainan berhadiah terindikasi termasuk jenis perjudian yang banyak diminati masyarakat dewasa.

Bisnis itu mendapat sorotan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sholikin. Pantauan dan investigasinya di lokasi permainan yang biasa disebut gelper itu, tampak pemajn yang datang sebagian besar berharap untuk mendapat hadiah dari setiap permainan.

Lanjut Solikhin menjelaskan modus permainan mesin elektronik. Pengunjung membeli koin biasanya senilai Rp.50 ribu, kemudian pekerja memberikannya dalam bentuk koin maupun kredit pada mesin pengunjung. Selanjutnya, dari setiap mesin, pemain mendapatkan kupon senilai kredit yang dimenangkan. Kupon tersebut dapat ditukarkan dengan koin kembali ataupun hadiah berharga.

Ketua LSM Gebrak Nusantara Wilayah Kepri

“Kupon ini menjadi alat tukar berharga, yang dapat ditukarkan dengan barang atau koin di kasir, bahkan dapat ditukar dengan uang meski secara terselubung,” kata Sholikhin.

Selain permainan mesin, Sholikin juga membeberkan jenis permainan pingpong yang berlangsung seperti pembelian undian berhadiah dan setiap nomor diundi menggunakan bola pingpong bernomor yang ditiup menggunakan angin hingga salah satunya keluar dari wadah bola.

Dari kronologis ini, Solikhin melihat adanya unsur pelanggaran pasal 303 KUHP tentang perjudian dan PP No 9 tahun 1981. Diantaranya ada unsur pelaku usaha atau penyedia sarana, pemain, alat permainan dan hadiah yang menjadi harapan pemain secara keberuntungan maupun secara keahliannya.

Solikhin menyayangkan praktek ini tidak mendapat tindakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum di Kota Tanjungpinang. Bahkan kegiatan itu mendapat pembiaran dari Pemda untuk beroperasi seenaknya, diantaranya tidak perlu mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Praktek pembiaran beroperasinya kembali permainan berhadiah ini juga mendapat sorotan dari Ketua LSM Indonesia Crisis Centre (ICC) Wilayah Kepulauan Riau Laode Kamaruddin. Laode menilai penutupan bisnis melawan hukum ini hanya beberapa bulan, sebab tidak adanya tindakan yang tegas aparat penegak hukum untuk menahan pengusaha atau bos gelper tersebut.

Ketua ICC Kepri

Selain itu, dengan beraktifitasnya kembali bisnis permainan berhadiah ini, dinilai akan merusak citra Polri di Tanjungpinang yang terkesan tidak melakukan upaya penegakan hukum.

Pantauannya, kegiatan gelper mulai beroperasi sejak sebulan lalu pasca dihentikannya usaha gelper sekiran bulan maret 2020 lalu.

Pria asal Sulawesi berharap kepada Kapolri agar memberikan pelayanan penegakan hukum yang jelas di Kota Tanjungpinang dan dapat menangkap serta menyeret pemilik usaha Gelper ke penjara atas melakukan usaha untuk dijadikan ajang perjudian di Tanah Bunda Melayu ini, sehingga kegiatan ini tidak buka tutup.

“Bila penegak hukum di Tanjungpinang tutup mata, kita akan mendesak Kapolri agar perjudian dan bos besarnya ditangkap. Demi Kota Tanjungpinang bersih dari perjudian,”kata Laode Kamaruddin.

Ditambahkannya, sudah jelas larangan dalam KUHP pasal 303 ayat 1, angka 1, bahwa barang siapa tanpa mempunyai hak untuk dengan sengaja melakukan sebagai suatu usaha, menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu, “ujarnya.

Masih menurut Laode. Angka-angka, dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak ramai untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu dengan tidak memandang apakah pemakaian kesempatan itu digantungkan pada sesuatu syarat atau pada pengetahuan mengenai sesuatu cara atau tidak,

“Apakah ada izin perjudian atau izin permainan berhadiah yang dikeluarkan oleh Pemerintan Kota Tanjungpinang, bila ada wajib diperiksa, “kata Laode tegas. (03/08/2020).

Dihari yang sama, SPRI coba melakukan konfirmasi kepada AKBP M. Iqbal SIK, kapolres Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponsel nya (03/08/2020). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, pak Kapolres tidak menjawab.

Selain itu, Laode juga mewanti wanti bahwa beroperasinya Gelper dapat memicu penyebaran Virus Corona, sebab pada prakteknya tidak ada penerapan protokol kesehatan pada setiap pengunjung. Terlebih, kini Pandemi Covid-19 kian marak di kota Tanjungpinang bersamaan dengan terpaparnya sejumlah masyarakat dan Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto oleh Covid 19 pasca pelantikan.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat Tanjungpinang harus lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan agar virus tidak menginfeksi dan menimbulkan korban jiwa dan ekonomi masyarakat.

Sumber : DPD SPRI Prov. Kepri
Editor : Edy

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Polsek Bangko Gelar Kendali Operasi Pengamanan di Gereja

Rohil, SB – Guna memberikan rasa aman saat beribadah bagi umat Nasrani. Polsek Bangko Polres …