Home / Riau / Kuasa Hukum Pertanyakan Mengapa Berkas Tersangka Pakaian Dalam Belum Dilimpahkan ke PN Rohil

Kuasa Hukum Pertanyakan Mengapa Berkas Tersangka Pakaian Dalam Belum Dilimpahkan ke PN Rohil

Selamat Sempurna Sitorus SH, Rani Stevani Girsang, SH & Partner saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir.

Rohil, SB – Berkas tersangka kasus pencurian pakaian dalam berupa bra (BH) dan color (celana dalam) milik istri salah seorang polisi di Kabupaten Rokan Hilir, Kamis, 30 April 2020 hingga kini belum kunjung dilimpahkan ke pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir ke Pengadilan.

Pasalnya, tersangka S Rambe sudah 3 (tiga) bulan lamanya mendekam di rumah tahanan (RT) Mapolres Rokan Hilir.

Hal ini menjadi tanda tanya Rani Stevani Girsang, SH dan Selamat Sempurna Sitorus SH selaku kuasa hukum dari tersangka S Rambe, bahwa kasus ini menurutnya terlalu berlebihan serta rasa keadilan hampir tidak ada dan tidak lagi bersifat substantif.

“Apalagi dalam kasus ini dinilai kasus ringan,” terang Rani Stevani Girsang SH, kepada para awak media, Kamis, 30 Juli 2020.

Kata Rani, apakah hukum tidak lagi berdasarkan pada hati nurani atau harus terikat pada pasal-pasal formal, sehingga terlalu minim keadilan di negeri ini jika pihak kepolisian dan kejaksaan harus memperpanjang status tahanan sipelaku berkali-kali.

“Ada apa di balik perkara ini ?,” kata Rani Stevani Girsang SH, seakan bertanya-tanya, mau dibawa kemana kasus ini.

Menurutnya, kendatipun si pelaku telah melakukan tindak pidana pencurian bra dan color (celana dalam), akan tetapi menurutnya seharusnya Penyidik dan Jaksa memperhatikan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 tahun 2012 yang sudah diterapkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Yang sangat disesalkan, kata Rani menambahkan, bahwa jaksa tidak menggunakan haknya untuk menolak kasus ini, dengan alasan tak layak untuk diteruskan karena dilihat dari barang bukti dan nilai kerugiannya.

“Dalam konteks ini haruslah peran penegak hukum itu di terapkan, tidak semata melihat fakta, akan tetapi melihat atau menimbang serta latar belakang dari nilai kemanusiaan. Intinya, penerapan hukum dalam kasus ini terlalu kaku,” imbuh Rani Stevani Girsang, SH.

Sementara Jaksa dari Kejaksaan Negeri Rokan Hilir, Marulitua J Sitanggang SH menanggapi bahwa perkara atas nama S Rambe masih dalam tahap perpanjangan waktu penahanan dari Pengadilan Negeri Rokan Hilir. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin