Home / Riau / STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Seminar Pendidikan

STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Seminar Pendidikan

Rohil, SB – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi menggelar seminar pendidikan. Seminar pendidikan tersebut bertemakan “Tantangan Pendidikan di Era New Normal Pandemi COVID-19” berlangsung di Gedung Serbaguna H Misran Rais, di Jalan Utama Bagansiapiapi Kota, Senin 13 Juli 2020.

Kegiatan seminar pendidikan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Kabupaten Rokan Hilir, H Suyatno diwakili oleh Asisten III Pemkab Rohil, Ali Asfar M.Si, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir, Basirun Nur Efendi, Ketua PGRI Rohil Zulfikar,SE.,MM, Kasdim Kodim 0321 Rokan Hilir.

Ali Asfar mengatakan, seyogyanya kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Bupati Rokan Hilir H Suyatno, berhubung dengan padatnya jadwal kegiatan bupati sehingga pembukaan seminar pendidikan tersebut diwakilkan kepada Asisten III Pemkab Rohil.

Dengan diadakannya seminar pendidikan tersebut Pemkab Rohil memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada pihak penyelenggara seminar pendidikan di era New Normal di pandemi (COVID-19, oleh pihak Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bagansiapiapi, yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir.

“Tidak lain tidak bukan bagaimana kita bisa memotivasi serta meningkatkan minat belajar bagi masyarakat kita untuk menimba ilmu di mana pun. Terkhusus di Sekolah Tinggi Agama Islam Ar Ridho Bagansiapiapi,” imbuhnya.

Ali juga turut berbangga hati atas laporan yang disampaikan oleh Ketua STAI Ar Ridho Bagansiapiapi, Budi Setiawan, M.Pd atas dibukanya Program Pendidikan (Prodi) Setrata Dua (S2) di Kampus STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi.

“Kalau ada yang dekat kenapa tidak kita manfaatkan untuk menimba ilmu di sana,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Kadispora) Rohil tersebut, seraya mengatakan mutu dan kualitas di Kampus STAI Ar-Ridho  Bagansiapiapi tidak kalah saing dengan Perguruan Tinggi (PT) lainnya di luar Kabupaten Rohil.

Sementara itu, Ketua STAI A-Ridho Bagansiapiapi, Budi Setiawan, M.Pd mengatakan peserta seminar hari ini diikuti sebanyak 967 orang baik yang berada di lokasi kegiatan maupun peserta seminar yang melalui aplikasi zoom.

“Target kami memang seribu orang. Tapi Alhamdulillah jumlah kita hari ini tercatat sebanyak 967 orang,” kata Budi Setiawan, M.Pd seraya menjelaskan.

Kendati pun demikian, pendaftaran secara online maupu offlien masih terus di buka sehingga mencapai target seribu orang peserta. Dengan adanya seminar pendidikan ini diharapkan dapat memberikan pemikiran bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menentukan kebijakan pembukaan pendidikan dan pembelajaran secara tatap muka di era pandemi COVID-19.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Rokan Hilir, M Nurhidayat, SH.MH mengemukakan,  dengan adanya seminar pendidikan di era New Normal COVID-19 yang diselenggarakan oleh STAI Ar-Ridho Bagansiapipi dengan senang hati telah diminta untuk menjadi narasumber pada seminar terkait dengan kebijakan Pemkab Rohil di era New Normal pandemi COVID-19.

Nurhidayat mengatakan, kepastian kebijakan tersebut nantinya akan dilanjutkan di dalam rapat antara Pemerintah, Dinas Pendidikan juga akan  mengundang seluruh perwakilan dari Sekolah, Camat, Korwil dan beberapa Pengawas Sekolah (PS) dari seluruh Kabupaten Rokan Hilir.

Nurhidayat menambahkan, selain Bupati Rokan Hilir H Suyatno serta Sekda Rohil M Job Kurniawan, rapat tersebut nantinya juga akan dihadiri oleh seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rokan Hilir.

“Didalam  tersebut nantinya akan di putuskan kebijakan terkait belajar mengajar di era New Normal,” pungkasnya.

Kendatipun Kabupaten Rokan Hilir merupaka zona hijau yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, merupakan daerah yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, tentunya harus dengan beberapa persiapan di masing masing sekolah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Tidak hanya terkait zona hijau saja, tetapi kesiapan sekolah juga menurut Nur Hidayat sangat penting. Kendati pun begitu, jika pihak sekolah dapat menjamin serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maka pemerintah akan mengizinkan pihak sekolah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, tandasnya. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin