Home / Sumut / Smart, Ini Langkah Jitu Kapolres Labuhanbatu Cegah Konflik

Smart, Ini Langkah Jitu Kapolres Labuhanbatu Cegah Konflik

Teks foto: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat SIK,MH, ketika menyampaikan pemaparan. (ist)

Labuhanbatu, SB – Tak ingin kecolongan di masa mendatang, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK,MH, lakukan langkah tepat dengan menggelar Rapat Koordinasi terpadu di Aula Manunggal Panaluan Mapolres setempat, Rabu (4/3/2020).

Kegiatan inipun, serangkaian dengan rencana eksekusi pihaknya dalam waktu dekat terhadap lahan PT. SMART (Sinar Mas Agro Resources And Technology), yang digarap masyarakat, terletak di Padang Halaban Desa Panigoran Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labura.

Pada realisasinya, Kapolres mengundang unsur terkait seperti TNI, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, pihak PT. SMART, kuasa Hukum kedua pihak, dan perwakilan KTPHS (Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya).

“Negara kita negara hukum, langkah- langkah harus di selesaikan secara hukum. Tentunya, kita harus menghormati apa yang menjadi putusan pengadilan. Kami tidak akan bisa melakukan tugas dengan baik tanpa bantuan semua pihak,” ucap AKBP Agus.

Dihadapan peserta rapat, Kapolres berharap, dengan adanya kesepakatan bersama ini sehingga pada pelaksanaan proses eksekusi nantinya, tidak lagi dikhawatirkan adanya konflik secara fisik dilapangan.

“Intinya, kita cari jalan terbaik bagaimana mengantisipasi untuk menghindari kerugian yang lebih besar, baik dari pihak perusahaan, maupun dari masyarakat. Polri tidak inginkan adanya korban pada eksekusi nanti,” pinta Kapolres.

Untuk diketahui, terdata sebanyak 169 unit rumah (bangunan) yang telah didirikan oleh Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS), yang berada dilahan PT. SMART dan akan dieksekusi sesuai keputusan Pengadilan Negeri Rantauprapat yang sudah inkrach.

“Eksekusi ini sesuai hasil Putusan PN Rantauprapat yang sudah inkrach, dan harus segera dilaksanakan karena sudah berkekuatan tetap,” sebut Ketua PN Rantauprapat, yang diwakili Megawati Simbolon SH.

Teks foto: Fungsionaris PDIP Kabupaten Labura, ketika memberikan klarifikasi. (ist)

Bendera PDIP

Sempat menjadi perhatian, adanya bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkibar di lahan yang akan di eksekusi tersebut. Namun, hal ini mendapat klarifikasi dari perwakilan PDIP setempat, bahwa itu adalah gerakan spontanitas kader partai sebagai misi kemanusiaan.

“Tidak ada instruksi dari partai untuk mengibarkan bendera dilahan itu, hanya spontanitas saja sebagai bentuk kemanusiaan,” terang Nimrot Siahaan, Fungsionaris DPC PDIP Labuhanbatu Utara.

Kemudian, Kepala Desa Panigoran, mengutarakan bahwa sebahagian masyarakat kelompok tani masih ada yang belum memahami dan menyadari kondisi terkini atas lahan PT. SMART yang telah jelas status hukumnya.

“Masih ada masyarakat yang tetap bersikeras untuk pertahankan lahan itu sampai akhir. Harapan saya, semoga dalam pelaksanaan eksekusi nanti berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menjawab itu, perwakilan PT. SMART bermohon kepada unsur terkait agar dapat menyampaikan himbauan kepada warga (penggarap) agar segera membongkar bangunannya yang telah berdiri dilahan setempat.

“Kami akan memberikan bantuan evakuasi dan akan mengantarkan warga untuk dapat pindah ke Desa terdekat,” bilangnya.

Terakhir, Kabag Ops Polres Labuhanbatu Kompol Marluddin S.Ag, berharap pertemuan ini mampu melahirkan solusi terbaik kepada seluruh pihak, sebagai bentuk rasa kemanusiaan dan tetap terciptanya Kondusifitas hingga dimasa mendatang.

( Bede | SB )

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin