Home / Sumut / 920 Siswa SMPN 1 Ransel Kampanyekan ‘No Hoaks No Plagiat’

920 Siswa SMPN 1 Ransel Kampanyekan ‘No Hoaks No Plagiat’

Teks foto: Sebanyak 920 pelajar SMPN 1 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, tampak mengikuti LKTJ.

Labuhanbatu, SB – Sambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2019, SMPN 1 Rantau Selatan (Ransel), Kabupaten Labuhanbatu menggelar Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ), Jumat (22/11/2019).

“Ya, ada beberapa kegiatan yang digelar dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN), yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2019 mendatang, kegiatan ini salah satunya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Drs H. Sarimpunan Ritonga M.Pd.

LKTJ yang dilombakan melalui konsentrasi Dasar dan cerpen yang diikuti sebanyak 920 pelajar inipun, diharapkan dapat menyasar untuk meningkatkan minat baca dan menulis bagi siswa sekaligus meng-kampanyekan “No Plagiat No Hoaks”.

Dalam kesempatannya, Kepala SMPN 1 Rantau Selatan, Supiani menjelaskan, LKTJ Dasar dan Lomba Menulis Cerpen ini, selain untuk memeriahkan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, juga untuk meningkatkan minat baca dan menulis siswa.

“Kita juga melibatkan Dewan Juri dari luar sekolah, seperti Dosen Psikolog Anak Universitas Labuhanbatu (ULB), Reni Kartika dan Seniman Labuhanbatu, Sugianto alias Sigondrong Dalam Diam, serta Najib Gunawan salah satu jurnalis dari Provinsi Riau. Kemudian, kita juga melibatkan salah satu guru Bahasa dari lingkup sekolah,” terangnya.

Supiani menambahkan, sedini mungkin anak didiknya diajarkan pentingnya menulis untuk meningkatkan minat baca sehingga siswa dapat memilih dan memilih berita hoaks di tengah era digital saat ini.

“Tak hanya menangkis hoaks, kegiatan ini juga untuk mengkampanyekan bahaya plagiat,” ungkapnya.

Dijelaskan Supiani, pentingnya mendidik siswa menulis supaya kelak siswanya dapat mengamalkan ilmu atas lomba ini di tengah masyarakat.

“Kemudian, jika kita tidak jelaskan ke siswa apa itu hoaks (berita bohong) dan plagiat ini bisa mengancam keberlangsungan masa depan mereka. Sebab, plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain,” urainya.

Dosen Psikolog Anak ULB, Reni Kartika yang juga sebagai salah satu dewan juri menyambut baik kegiatan tersebut.

“Ini salah satu cara bersama membentengi generasi muda khususnya siswa supaya tidak terjebak dengan era digital saat ini. Apalagi diera saat ini informasi berkembang sangat pesat dan kalau tidak kita bentengi anak didik ini maka dapat mempengaruhi perkembangan bakat dan minat anak,” bilang Reni Kartika.

Sementara, Direktur Pekanbaru Jurnalis Center, Wahyudi El Panggabean memberikan apresiasi terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu yang telah peduli terhadap peningkatan karakter mutu didik melalui kegiatan tersebut.

“Menurut saya ini luar biasa. Ini patut dicontoh, ternyata SMPN 1 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu peduli pentingnya menulis sehingga menggelar lomba karya tulis ini. Mantap! sedini mungkin mereka (siswa) harus kita arahkan menulis untuk menghindari plagiat dan berita bohong,” sebutnya.

( Bede | SB )

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin