Home / Riau / Keberadaan Tambak Kerang Dinilai Meresahkan Nelayan Tradisional di Kecamatan Sinaboi
Photo diskusi Mahasiswa Kecamatan Sinaboi terkait keberadaan tambak kerang yang semakin meresahkan nelayan tradisional di wilayah itu.

Keberadaan Tambak Kerang Dinilai Meresahkan Nelayan Tradisional di Kecamatan Sinaboi

Photo diskusi Mahasiswa Kecamatan Sinaboi terkait keberadaan tambak kerang yang semakin meresahkan nelayan tradisional di wilayah itu.

Rohil, SB – Terkait keberadaan tambak kerang di wilayah itu, Mahasiswa dari Kecamatan Sinaboi menagih janji Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau terkait penyelesaian permasalahan antara penambak dengan nelayan tradisional yang berada di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sinaboi Rokan Hilir (Himasi-Rohil) Riki Dermawan merasa kecewa kepada DKP Riau. Pasalnya, Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Riau Ir Herman Mahmud saat itu meminta untuk diberikan waktu selama dua bulan agar dijadikan bahan saat rapat paripurna Provinsi Riau.

Hal ini terkuak saat audiensi di Kantor Kepenghuluan Raja Bejamu, Sinaboi pada tanggal 19 Maret 2019 yang lalu. Audiensi juga dihadiri para pengusaha tambak kerang, masyarakat nelayan tradisional, Camat Sinaboi, Kapolsek Sinaboi, Datuk Penghulu dan Kepala Dinas Perikanan Rokan Hilir, M.Amin, turut hadir.

Namun pada kenyataannya hingga kini persoalan cerita terkait permasalahan antara pemilik tambak kerang dengan nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan hidupnya di sepanjang pantai Kecamatan Sinaboi, kini menghilang terbawa angin.

Jika persoalan ini tidak kunjung dituntaskan oleh pihak Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Riau, dalam waktu dekat Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sinaboi mengancam akan melakukan aksi.

Dengan membentangnya tambak kerang disepanjang pantai Kecamatan Sinaboi, menurut Riki, masyarakat nelayan tradisional merasa resah serta menyulitkan para nelayan untuk mengais rejeki, sebab wilayah itu kini terhalang di penuhi tambak kerang diduga tanpa izin.

“Kami butuh kejelasan dari DKP Provinsi Riau, biar masyarakat nelayan kecil Kecamatan Sinaboi tidak resah dalam hal mencari rejeki. Bicara izin, mereka sama sekali tidak memiliki izin dan tidak ada PAD sama sekali untuk daerah,” kata Riki menegaskan kepada wartawan, Rabu 30 Oktober 2019.

Ketika dihubungi lewat henphone seluler miliknya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, M.Amin belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tambak kerang dengan nelayan tradisional di Kecamatan Sinaboi. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Diduga Korupsi, Berkas Perkara Oknum Kades di Rohil Dinyatakan Lengkap

Rohil, SB – Diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa (DD), berkas perkara seorang oknum …