Home / Riau / Polres Rohil Amankan Tersangka Curat, Karhutla dan Penganiayaan  

Polres Rohil Amankan Tersangka Curat, Karhutla dan Penganiayaan  

Saat gelar pres release di Mapolres Rokan Hilir para tersangka turut dihadirkan.

Rohil, SB – Polres Rokan Hilir menggelar pres release atas pelaku tindak pidana (TP) pencurian sepeda motor (curanmor) dengan pemberatan, pembakaran hutan dan lahan serta pelaku penganiayaan berat yang dilakukan secara bersama-sama, digelar di ruang Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hilir, Kamis 28 Maret 2019.

Kepada awak media, Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH yang disampaikannya melalui Kasat Reskrim Kasat Reskrim AKP Feris Nursanjaya SIK SH, didampingi Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH memaparkan, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi di Jalan Lintas Riau-Sumut Km 4 Bagan Batu, Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, dengan menangkap satu orang pelaku, bernama Hengki Raja Salomo Tampubolon.

Hengki Raja Salomo Tampubolon alias Lomo, merupakan warga Jalan Lintas Riau-Sumut Simpang Martabak Kepenghuluan Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah atau Jalan Maninggir, Kota Pinang, Sumatera Utara.

Dari tangan pria kelahiran pada 01 November 2003 ini pihak kepolisian berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty tanpa nopol, mesin bernomor 28D-3489754,  no-rangka MH328D40DBJ489524 warna merah dirubah jadi warna hijau.

Tersangka telah melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan Jo Undang-Undang (UU) Negara Republik Indonesia 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Selanjutnya pengungkapan kasus tindak pidana melakukan kegiatan perkebunan dengan cara membakar, Jo melakukan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/52/A/III/2019/Riau/Res Rohil.

Adapun TKP (tempat kejadian perkara) berlokasi di RT 01/RW 01 Kelurahan Melayu Besar Kota, Kecamatan Tanah Putih, Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir.

Tersangka Apiluddin alias Apil alias Al, warga Kampung Melati RT 01/RW 01 Kelurahan Melayu Besar Kota, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir.

Dari tangan pria kelahiran Pematang Jering, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, 07 Juni 1969 ini, pihak kepolisian turut mengamankan dua barang bukti, diantaranya empat batang kayu yang sudah terbakar, dan satu batang kayu diikat plastik warna biru.

Tersangka lainya adalah Nawawi alias Awi, warga Dusun 1 RT 001/RW001 Kepenghuluan Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir. Dari tangan tersangka turut diamankan barang bukti 3 batang kayu bekas terbakar dan satu buah mancis warna biru.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang bunyinya, setiap orang yang melakukan pembakaran lahan dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

Kemudian, Pasal 99 UU. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, setiap orang yang karena kelalaianya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, baku mutu air, atau kriteria baku kerusakan lingkungan, dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun.

Kemudian yang terakhir kata AKP Feris Nursanjaya adalah kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh  7 orang tersangka terhadap korban Parmajuan Munthe, James Sinaga, Bambang, Jefri dan Abdillah Lubis. Tersangkanya adalah Agus Butar-Butar, Timbul Butar-Butar (DPO), Farod (DPO), Ginda, Manurung, Riki, kemudian Eko (DPO).

Dari tangan para tersangka pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kampak, satu gagang cangkul, tiga batang gagang cangkul yang sudah patah, satu pasang sandal jepit warna hijau yang terpotong, satu pasang sendal jepit warna hitam yang terpotong, satu buah topi yang terpotong, satu unit mobil Nissan March warna hitam BM 1446 PI dan satu lembar STNK atas nama Agus Sugiarto Butar-Butar.

Adapun kronologi kejadian, Kasat Reskrim AKP Feris Nursanjaya menceritakan, pada hari Minggu 27 Januari 2019 sekira pukul 14.00 WIB sdr Agus dkk datang ke Blok 22-23 kebun kelapa sawit PT Ivomas di Kepenghuluan Balam Sempurna Km 31 Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau dengan menggunakan tiga unit mobil.

Sesampainya dilokasi kejadian, tersangka Agus dan kawan-kawan langsung melakukan penyerangan terhadap para korban, korban saat itu sedang melaksanakan jaga alat berat yang sedang bekerja di blok 22-33 kebun kelapa sawit PT Ivomas.

Dengan menggunakan senjata tajam jenis klewang, benda tumpul berupa broti jenis gagang cangkul, dan senjata api, yang mengakibatkan para korban mengalami luka-luka, memar, lebam pada bagian tubuh, dan retak pada bagian tulang kering kaki kiri yang mengakibatkan korban tidak dapat berjalan.

“Atas kejadian itu para korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rokan Hilir, guna pengusutan lebih lanjut. Tersangka kita jerat dengan Pasal 170 KUHPidana,” kata Kasat Reskrim AKP Feris Nursanjaya, menjelaskan. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Ditengah Pandemi, Pemkab Rohil Disarankan Kreatif Cari PAD

Rohil, SB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menjawab pandangan umum dari seluruh fraksi …