Suara Birokrasi

Pembagian Uang PKH di Kecamatan Palika Diduga Tidak Tepat Sasaran

Foto ilustrasi

Rohil, SB – Pembagian Program Keluarga Harapan (PKH) di Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, Riau banyak tidak tepat sasaran.

Pasalnya, banyak warga yang berhak mendapatkannya namun tidak mendapat, ungkap salah satu warga Desa Teluk Pulai, namun meminta kepada media ini agar namanya tidak perlu disebutkan.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas itu mengatakan banyak warga berbondong bondong datang ke kantor desa Teluk Pulai hanya mengambil jatah PKH yang diluncurkan pemerintah pusat.

Namun ironinya, menurut dia banyak warga yang kurang mampu tidak mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah kepada masyarakat, tapi malah sebaliknya.

“Berbondong-bondong ntah dari mana-mana datang ambil uang bantuan dari pemerintah, awak hanya lihat-lihat saja,” katanya seraya mengaku kesal dengan kinerja pemerintah desa yang menurutnya kurang adil.

Untuk itu, dia meminta kepada aparat pemerintah desa, kecamatan maupun pemerintah kabupaten agar pendataan dilakukan lebih teliti sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat kurang mampu.

Bahkan katanya ada orang yang memiliki warung namun mendapat program PKH, bahkan ada yang ber-profesi sebagai guru, punya emasnya banyak, juga dapat, sementara dirinya yang seharusnya layak mendapatkan mengaku tidak mendapat apa-apa.

Dirinya mengaku  kecewa atas kinerja kaur desa yang terkesan tebang pilih dengan tidak meratanya pendataan warga kurang mampu di daerah tersebut.

Atas kekecewaan itu dirinya mengaku dalam waktu dekat akan mengklarifikasi kepada pemerintah desa, mulai dari RT, RW bahkan kepala desa setempat, sembari mengatakan akan melaporkan hal ini kepada pihak berwenang.

“Nanti aku mau datangi dulu RT sama RW sama kepala desanya kenapa bisa seperti itu,” ujar dia dengan nada kesal.

Sementara, hasil penelusuran media ini, Kamis 7 Maret 2019, dari salah seorang warga di RT 004 RW 004 Kelurahan Panipahan Kota mengaku mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp 950.000, bahkan ada yang mendapatkan sampai Rp 1.900.000 per Kepala Keluarga (KK). (man)

Exit mobile version