Suara Birokrasi

Kualitas Lingkungan Hidup Di Kabupaten Rokan Hilir Terus Ditingkatkan

Setelah dirawat, terlihat pohon-pohon di sepanjang  pinggiran sungai Rokan terlihat asri.

Rohil, SB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat terus melakukan bersih-bersih dan penataan taman di seputar pinggiran sungai Rokan, Sabtu 02 Maret 2019.

Hal itu dilakukan, agar ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Rokan Hilir bisa tertata dengan baik, hijau dan asri sehingga menimbulkan kesan yang nyaman untuk masyarakat yang datang berkunjung ke wilayah itu.

“Tidak ada tujuan khusus, cemana kami berupaya agar ruang terbuka hijau (RTH) tertata degan baik, hijau dan asri sehingga menimbulkan kesan yang nyaman untuk masyarakat yang berkunjung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi S.Sos kepada media ini.

Sejak kemarin pihaknya mengaku sedang menata kembali taman budaya batu enam dengan melakukan pembersihan, pemangkasan dan pengecatan pohon-pohon yang ada di sekitar lokasi, sehingga Kota Bagansiapiapi layak untuk dikunjungi para wisatawan lokal maupun dari manca negara.

“Terutama nanti saat kegiatan bakar tongkang, bakar tongkang merupakan event wisata tahunan bersekala nasional,” kata Suwandi S.Sos menjelaskan.

Untuk menambah wahana permainan lainnya, pihaknya mengaku untuk sementara belum mengarah kepada penambahan wahana permainan, baru fokus kepada penataan dan perbaikan taman, sebab katanya wahana yang ada di batu enam sudah banyak dibangun, hanya kurang perawatan saja.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir berencana akan mengembangkan lokasi pemancingan yang berlokasi di danau Pulau Padamaran dengan luas 0,5 hektare, lokasinya pun katanya layak untuk dikunjungi, sehingga para penghobbi mancing nantinya dapat bersantai ria di sana.

“Lokasi nya cukup luas,  perkiraan kita luas danau di Pedamaran lebih kurang 0.5 hektare, akses jalannya mudah dijangkau, baik dari Kodim batu enam maupun dari Jembatan Pedamaran,” imbuhnya.

Ketika ditanya lebih jauh kapan akan meraih Adipura, saat ini pihaknya masih terus melakukan pembenahan sebab menurut Suwandi, penilaian yang paling tinggi ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara tempat pembuangan akhir masih bersifat konvensional.

Sementara disebutkan sesuai amanat aturan tempat pembuangan akhir sampah yang ada di kabupaten harus menerapkan sistem sanitary  landfiill. Sanitary lanfiill adalah merupakan lahan urung yang telah memperhatikan aspek sanitasi lingkungan.

“Saat ini kami sedang berjuang ke kementrian agar tempat pembuangan akhir kita dianggarkan melalui dana pusat, usulannya sudah dibuat. Rencana senin ini, pada saat kita rapat di provinsi akan dismpaikan,” terangnya. (man)

Exit mobile version