Home / Riau / Sat Polair Polres Rokan Hilir Rutin Melakukan Patroli di Wilayah Perairan

Sat Polair Polres Rokan Hilir Rutin Melakukan Patroli di Wilayah Perairan

Kasat Polair Polres Rokan Hilir, Iptu Sapto Wardoyo.

Rohil, SB – Satuan polisi perairan dan udara (Satpol Airud) Polres Rokan Hilir perketat pengawasan rutin melakukan patroli di seputar wilayah perairan Panipahan, perairan perbatasan Dumai dan Pulau Jemur, hal itu dilakukan guna mencegah masuknya peredaran gelap narkoba dari luar negeri.

Kasat Pol Airud Polres Rohil Iptu Sapto Wardoyo mengatakan Pulau Jemur merupakan pualu terluar di Kabupaten Rokan Hilir, kata Iptu Sapto Wardoyo kepada wartawan saat melakukan pemusnahan barang bukti di Kantor Sautan Polisi Perairan Bagansiapiapi, Selasa 26 Februari 2019.

“Kalau kita ke utara sudah masuk wilayah Malaysia, sedangkan kami punya pulau terluar seperti Pulau Jemur. Itu setiap saat itu kita patroli sampai ke Pulau Jemur juga,” katanya menjelaskan.

Banyaknya pelabuhan tikus dan sungai-sungai kecil dan keterbatasan personil menjadi kendala. Dengan minimnya pengawasan di wilayah perairan diduga kerap dimanfaatkan para pelaku melakukan transaksi melalui jalur tengah laut.

“Karena narkoba ini dari tengah itu over skip (lintasan) mungkin darisana sudah ada yang ngantar nanti ditengah diambil oleh pompong pompong jaring,” kata Sapto seraya menjelaskan.

Kasat menerangkan bahwa tahun 2018 satuan polisi perairan pernah menangani tiga kasus narkoba, hasilnya P21 dan para tersangka sudah menjalani hukuman.

Tahun 2019 ini pihaknya kembali menangani kasus psikotropika jenis H-5 Happy Five sebanyak 2 ribu butir yang diamankan dari pelabuhan Oliong di Bagansiapiapi melalui Pengamanan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang digelar dalam pengawasan keluar masuk penumpang kapal dari Panipahan, Pulau Halang dan Bagansiapiapi, dan sebaliknya.

Kemudian dilakukan pengembangan dan menangkap kedua pelaku diantaranya adalah seorang wanita di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Keberhasilan ini menurutnya tidak terlepas dari dukungan masyarakat, sebab dukungan dari masyarakat merupakan suatu spirit baru bagi satuan polisi perairan dalam rangka menangani berbagai kasus kejahatan seperti kasus narkoba diseluruh wilayah perairan Kabupaten Rokan Hilir.

“Seperti bulan-bulan kemarin yang 15 kilogram sabu sebenarnya sudah turun dan melakukan patroli selama satu minggu di laut, anggota kami sudah satu minggu dilaut. Informasi yang doperoleh, dari Malaysia ada sebanyak 45 kilogram namun yang bisa tertangkap baru 15 kilogram,” bebernya.

Dengan keterbatasan personil dan kapal patroli melakukan pengawasan mulai dari Panipahan sampai perairan Sinaboi sedangkan di Rohil menurutnya masih banyak jalan tikus seperti sungai-sungai kecil sehingga diperlukan tenaga dan pikiran.

“Kami tidak bisa sampai keterbatasan dan merupakan salah satu kendala dengan kemampuan alat apung (kapal patroli) sesuai kemampuan. Paling minim kalau kita melakukan patroli di seputar perairan selat Malaka setidaknya menggunakan C1, sedangkan kami hanya menggunakan kapal patroli C3,” imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya kerjasama dari Direktorat Narkoba Polda Riau, Satuan Narkoba Polres Rokan Hilir dan BNK Kabupaten Rokan Hilir nanti bisa lebih semangat dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah perairan Rokan Hilir.

Kedpan, kata Iptu Sapto pihaknya juga menggandeng BNK dalam melakukan sosialisasi secara bersama-sama dengan polisi perairan, sembari mengatan pemusnahan barang bukti narkoba baru pertama kali dilakukan di pos kepolisian perairan Bagansiapiapi.

“Kedepan kami minta dukungan dari BNK untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi secara bersama-sama serta bertatap muka dengan tokoh masyarakat terkait masalah narkoba,” imbuh Iptu Sapto. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Diduga Korupsi, Berkas Perkara Oknum Kades di Rohil Dinyatakan Lengkap

Rohil, SB – Diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa (DD), berkas perkara seorang oknum …