Home / Riau / Polres Rokan Hilir Musnahkan Barang Bukti 15 Kilogram Narkotika Jenis Sabu

Polres Rokan Hilir Musnahkan Barang Bukti 15 Kilogram Narkotika Jenis Sabu

Foto: para tersangka dan barang bukti 15 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

Rohil, SB – Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir (Rohil) melakukan pemusnahan barang bukti 15 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dengan cara direbus dengan menggunakan air panas lalu di buang ke dalam septi tank, bertempat di Mapolres Rokan Hilir, Senin 11 Februari 2019.

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin secara langsung oleh Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH, didampingi Waka Polres Kompol dr Wawan Setiawan SIk MH dan Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs H Jamiluddin selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rokan Hilir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil Gaos Wicaksono SH MH diwakili oleh Kepala Seksi Pidana Umum, Zulham Pardamean Pane SH, Kabag Ops Polres Rohil Kompol Antoni L Gaol SIK SH, Kasat Narkoba AKP Herman Pelani SH diwakili Kanit Sat Narkoba Polres Rohil Iptu Juliardi SH.

Labfor Mabes Polri Cabang Medan, Sumatra Utara, Kompol Debora Hutagaol SH, Kapolsek Panipahan Iptu Zulmar SH, KasatProvos Polres Rohil Ipda L Manihuruk SH, Penasehat Hukum para terdakwa, Jali SH dari Kantor Hukum Jamil Hameng.

Kapolres AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH mengatakan pemusnahan barang bukti dengan status barang sitaan bernomor : B-238/N.4.19/Euh.1/01/2019 Tanggal 24 Januari 2019 tentag barang bukti.

“Dari 15 kilogram sabu yang di musnahkan, seberat 124,24 gram digunakan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri Cabang Medan, Sumatera Utara dan pembuktian di Pengadilan Negeri (PN) Rohil,” jelas Kapolres.

Ketua BNK Kabupaten Rokan Hilir, Drs H Jamiluddin mengapresiasi jajaran kepolisian atas keberhasilan dalam pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar sebanyak 15 kilogram yang melibatkan tiga orang tersangka.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras Bapak Kapolres Rokan Hilir beserta jajarannya telah berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkoba sehingga menyelamatkan ribuan masyarakat,” kata Wabup Drs Jamuddin, memberikan apresiasi.

Sebelumnya, pengungkapan pelaku tindak pidana Narkotika jenis sabu-sabu seberat 15 kilogram tersebut bermula  pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2019 sekira pukul 17.30 WIB oleh Tim Opsnal Polsek Panipahan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebut adanya aktifitas peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Jl Teluk Piyai melalui jalur perairan.

Setelah mendapatkan informasi tersebut selanjutnya Polsek Panipahan berkoordinasi dengan Kasat Narkoba Polres Rohil AKP Herman Pelani SH bersama Tim.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan selama tiga minggu, pada saat hendak melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial  AS (32) yang sedang melintas di Jalan Teluk Piyai namun tidak ditemukan barang-bukti yang dicurigai. Setelah interogasi, kepada petugas pelaku mengaku adanya narkoba yang berasal dari Malaysia.

Berdasarkan keterangan dari pelaku AS dilakukan pencarian di sebuah warung kopi di Jalan Lintas Pesisir Kubu-Sungai Daun, didapati pelaku JM (23) sedang bersama pelaku lainnya inisial RH (34) lalu diamankan petugas.

Setelah dilakukan interogasi, kepada petugas pelaku JM memberitahukan mobil Avanza warna merah yang digunakan digunakan oleh pelaku.

Saat dilakukan penggeledahan didalam mobil Avanza oleh Tim, ditemukan 2 kotak kardus warna coklat berisi 15 bungkus plastik warna hijau merek Guinyinwang. Plastik tersebut dibalut dengan lakban masing-masing berisikan serbuk kristal bening yang diduga kuat Narkotika jenis sabu-sabu.

Setelah diamankan petugas, pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti diamankan berupa 15 bungkus plastik warna hijau merek Guanyinwang diduga berisi narkoba jenis sabu seberat 15 kilogram dan 1 unit mobil Avanza warna merah BM 1637 VP. 3 buah henpone (HP) merek Alcatel, Samsung dan Vivo serta uang senilai Rp 50 ribu.

Para tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (Man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Diduga Korupsi, Berkas Perkara Oknum Kades di Rohil Dinyatakan Lengkap

Rohil, SB – Diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa (DD), berkas perkara seorang oknum …