Home / Riau / Pemkab Rohil Berkomitmen Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah 

Pemkab Rohil Berkomitmen Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah 

Bupati Rokan Hilir, H Suyatno foto bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah Rohil dan Kepala KPP Dumai, boru Sitompul.

Rohil, SB – Kabupaten Rokan Hilir sebenarnya memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat luar biasa, seperti minyak dan gas bumi. Bahkan selama ini negeri yang berjuluk seribu kubah ini hanya berkiblat pada dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat, sementara potensi alamnya sangat besar, jika dikelola dengan baik.

Demikian hal itu dikatakan oleh Bupati Rokan Hilir, H Suyatno saat membuka secara resmi Pekan Panutan Pajak SPT Tahunan PPH orang pribadi dan bimbingan teknik  pembuatan bukti potong PPh Pasal 21(1721-A2 serta penyampaian SPT tahunan OP melalui E-Filling Kabupaten Rokan Hilir, bertempat di gedung serbaguna H Misran Rais, Bagansiapiapi, Selasa 12 Februari 2019.

Lantas di contohkan, pendapatan itu diantaranya dari pajak sarang burung walet potensi di depan mata bahkan keliling pinggang dimana-mana ada, namun pajak burung walet tidak tergarap dengan baik bahkan setiap tahunnya hasil pajaknya pun nol persen.

“Pertanyaanya, ini kenapa, makanya kita harus kerja keras agar pendapatan asli daerah bertambah, dengan cara membangun komunikasi yang baik sehingga apa yang menjadi harapan dan cita cita secara pelan-pelan pasti tercapai,” katanya.

Namun setelah dikebut dan ditegaskan ada angka yang masuk ke kas daerah melalui pendapatan asli daerah dari pajak sarang burung walet. “Atau mungkin selama ini tertidur sehingga itu tidak tergarapkan dengan baik.

Untuk itu bupati berharap peningkatan pendapatan asli daerah tidak hanya hanya dari pajak sarang burung walet saja, tapi mungkin dari yang lain juga bisa di gali. Yang punya potensi potensi saya pikir ini perlu di kebut lagi,” sebutnya.

Menurut Suyatno persoalan ini tidak semata mata hanya dari pemerintah saja, namun ada sebagian masyarakat yang enggan untuk membayar pajak, seperti pajak bumi dan bangunan. Dan itu tergantung dengan kehidupan masyarakat itu sendiri. “Jadi banyak faktor,” katanya lagi.

Dipaparkan, memang pajak bumi dan bangunan itu tidak seberapa, namun menurut Suyatno jika dikelola secara baik dan benar, lalu dikumpul kumpul dari banyak rumah penduduk yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Kalau itu di lakukan dan masyarakat sadar dan taat akan pajak pastinya kas daerah akan penuh.

“Harapan kita seperti itu. Ayok antara pemerintah daerah dengan masyarakat sama sama bekerja dan inti daripada hasil pajak itu adalah untuk kepentingan pembangunan daerah,” terang Suyatno.

Sementara, bagi hasil dari sektor migas jelas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya sebatas menerima bagia. Untuk itu, melalui potensi potensi yang dimiliki mampu menambahkan pendapatan asli daerah. Bahkan APBD Rokan Hilir dari dana bagi hasil setiap tahunnya terus turun.

“Coba kita bergerak maju seperti daerah jawa dan daerah lainnya, seperti di Bali orang sakit dibantu dana 20 juta rupiah, sekolah geratis, berobat geratis, karena APBD di sana di salah satu kabupaten di daerah Bali mencapai angka 9 triliun rupiah,” kata bupati seraya menjelaskan.

Menurut bupati, uang mereka banyak,  padahal pendapatan mereka hanya mengharapkan sektor pariwisata, bahkan Bali tidak punya hasil bumi sama sekali, hanya mengandalkan sektor pariwisata.

“Kita daya pikir banyak, potensi daerah kita terbentang luas, tapi ini kita agak sedikit melangkah. Mudah mudahan dalam hal ini Ibu Sitompul dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Dumai ingin membantu kita dalam menggali potensi potensi pajak yang ada di negeri ini,” sebutnya.

Menurut H Suyatno jika ini terealisasi hingga mencapai angka 50 persen saja dari pajak yang diambil, APBD Rokan Hilir bisa merangkak naik mencapai angka 2 triliun rupiah, kembali seperti ABPD sebelum sebelumnya.

“Ini sekarang kan APBD kita cuman 1,6 triliun rupiah, merosot terus. Jadi kalau kita bergerak maju dengan potensi kita yang ada saat ini, kalau kita mau, pasti bisa. Cuman itu tergantung kita lah, atau petugasnya, mau atau tidak,” sentil bupati.

Suyatno menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak dan tidak kecolongan untuk yang kedua kalinya, bupati intruksikan Kepada Dinas Pendapatan Daerah (Bependa) Rohil agar membuat pendataan baru agar datanya akurat.

“Tadi saya sudah perintahkan dinas Bapenda agar membuat pendataan baru. Kepada perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir agar pembuatan NPWP tetap di Rohil, bukan di luar Rohil,” kata H Suyatno menegaskan. (Man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Diduga Korupsi, Berkas Perkara Oknum Kades di Rohil Dinyatakan Lengkap

Rohil, SB – Diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa (DD), berkas perkara seorang oknum …