Home / Sumut / Plt Bupati Labuhanbatu Buka Sosialisasi Wakaf

Plt Bupati Labuhanbatu Buka Sosialisasi Wakaf

Labuhanbatu, SB –Plt Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT Menghadiri dan membuka secara resmi acara sosialisasi Wakaf Se-Kabupaten Labuhanbatu yang diadakan di Hotel Platinum Jln. S.M Raja Rantauprapat.(31/13/2018)

Dalam acara ini Plt. Bupati Labuhanbatu, menyambut baik atas pelaksanaan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Periode 2018-2021 yang telah dilantik diruang data dan karya Kantor Bupati Labuhanbatu oleh Wakil Ketua Badan Pelaksanaan BWI Propinsi Sumatera Utara Bapak Drs. H. Kasim Siyo, MS.I, Ph.D pada tanggal 19 November 2018.

Menurut Andi, Pergerakan dan kerja nyata seperti ini yang kita mau dan inginkan, kita tidak mau lagi, organisasi atau kelembagaan yang sudah dilantik dan terbentuk tidak cepat bergerak melaksanakan tugas dan fungsinya sehingga manfaatkan dirasakan oleh masyarakat banyak.. ujar orang nomer satu di Pemkab ini.

Sosialisasi terkait Wakaf ini sangatlah penting dilaksanakan agar masyarakat luas semakin paham dan menjiwai dari dalam hatinya apa tentang wakaf, karena Allah S.W.T berfirman dalam Surat Ali Imran 92 yang artinya :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92).

Oleh karena itu, Bapak Plt. Bupati Labuhanbatu berharap Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin oleh Bapak Heri Kusniadi, SH.I selaku Ketua Badan Pelaksana, dapat melakukan inovasi dan tatakelola kelembagaan BWI Labuhanbatu dengan sebaik-baiknya sehingga Wakaf dapat menopang dan mendorong perbaikan perekonomian ummat di Kabupaten Labuhanbatu yang semakin baik.

Panitia juga mengucapkan Selamat Datang kepada Nara Sumber Bapak Prof. DR. H. M Yasir Nasution, Drs. H. Syariful Mahya Bandar, MAP.
“Selamat Datang di Labuhanbatu dan selamat melaksanakan sosialisi wakaf se-Kabupaten Labuhanbatu.” ujar panitia melalui moderator.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Plt. Bupati Labuhanbatu kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Bapak KH. M. Darwis Husin, Lc, walaupun sudah berusia lanjut, namun selalu aktif diberbagai kegiatan dan semangat menghadiri dan membina kepentingan ummat di Labuhanbatu yang sama-sama kita cintai ini.

Dari acara sosialisasi ini disimpulkan bahwa Kata wakaf atau waqf berasal dari bahasa Arab, yaitu Waqafa berarti menahan atau berhenti atau berdiam di tempat atau tetap berdiri. Wakaf dalam Kamus Istilah Fiqih adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Wakaf menurut hukum Islam dapat juga berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf) baik berupa perorangan maupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syari’at Islam.

Tujuan Wakaf
Wakaf adalah berdasarkan ketentuan agama dengan tujuan taqarrub kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dan ridha-Nya. Mewakafkan harta benda jauh lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa, karena sifatnya kekal dan manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir kepada wakifnya meskipun dia telah meninggal.

Tujuan wakaf berdasarkan hadits yang berasal dari Ibnu Umar ra. dapat dipahami ada dua macam yakni: Untuk mencari keridhaan Allah SWT Untuk kepentingan masyarakat

Rukun dan Syarat Wakaf
Menurut jumhur ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali, mereka sepakat bahwa rukun wakaf ada empat, yaitu: Wakif (orang yang berwakaf), Mauquf ‘alaih (orang yang menerima wakaf) ,Mauquf (harta yang diwakafkan) Sighat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya).

Menurut pasal 6 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004, wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut:
Wakif Nadzir Harta Benda WakafIkrar Wakaf Peruntukkan Harta Benda WakafJangka Waktu Wakaf Menurut hukum (fiqih) Islam, wakaf baru dikatakan sah apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu:
Tindakan/perbuatan yang menunjukan pada wakaf. Dengan ucapan, baik ucapan (ikrar) yang sharih (jelas) atau ucapan yang kinayah (sindiran). Ucapan yang sharih seperti: “Saya wakafkan….”. Sedangkan ucapan kinayah seperti: “Saya shadaqahkan, dengan niat untuk wakaf”.

Macam-macam Wakaf
Wakaf terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan tujuan, batasan waktunya dan penggunaan barangnya.

a. Wakaf berdasarkan tujuan.

Wakaf berdasarkan tujuan ada tiga, yaitu:
Wakaf sosial untuk kebaikan masyarakat (khairi), yaitu apabila tujuan wakafnya untuk kepentingan umumWakaf keluarga (dzurri), yaitu apabila tujuan wakaf untuk member manfaat kepada wakif, keluarganya, keturunannya, dan orang-orang tertentu, tanpa melihat kaya atau miskin, sakit atau sehat dan tua atau muda.Wakaf gabungan (musytarak), yaitu apabila tujuan wakafnya untuk umum dan keluarga secara bersamaan.

b. Wakaf berdasarkan batasan waktunya

Wakaf berdasarkan batasan waktunya terbagi menjadi dua macam, yaitu:

Wakaf abadi yaitu apabila wakafnya berbentuk barang yang bersifat abadi, seperti tanah dan bangunan dengan tanahnya, atau barang bergerak yang ditentukan oleh wakif sebagai wakaf abadi dan produktif, dimana sebagian hasilnya untuk disalurkan sesuai tujuan wakaf, sedangkan sisanya untuk biaya perawatan wakaf dan mengganati kerusakannya.

Wakaf Sementara yaitu apabila barang yang diwakafkan berupa barang-barang yang mudah rusak ketika dipergunakan tanpa member syarat untuk mengganti bagian yang rusak. Wakaf sementara juga bisa dikarenakan oleh keinginan wakif yang member batasan waktu ketika mewakafkan barangnya.

c. Wakaf berdasarkan penggunaannya

Wakaf berdasarkan penggunaanya dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya seperti mesjid untuk shalat, sekolah untuk kegiatan belajar mengajar, rumah sakit untuk mengobati orang sakit dan sebagainya.
Wakaf Produktif yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf.

Fungsi Wakaf
Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 pasal 5 dijelaskan bahwa fungsi wakaf adalah mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.
Fungsi wakaf itu terbagi menjadi empat fungsi, yaitu:
Fungsi Ekonomi. Salah satu aspek yang terpenting dari wakaf adalah keadaan sebagai suatu sistem transfer kekayaan yang efektif.

Fungsi Sosial yaitu Apabila wakaf diurus dan dilaksanakan dengan baik, berbagai kekurangan akan fasilitas dalam masyarakat akan lebih mudah teratasi.
Fungsi Ibadah, Wakaf merupakan satu bagian ibadah dalam pelaksanaan perintah Allah SWT, serta dalam memperkokoh hubungan dengan-Nya. (DR)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Hari ke 5, Perwakilan Marga Kunjungi Soerya Respationo

Batam,-Memasuki hari ke lima, acara silaturahmi bersama tokoh Punguan Marga-marga Batak di Batam yang berlangsung …