Home / Sumut / Masyarakat Labuhanbatu Kecam Aksi Oknum Debt Collector

Masyarakat Labuhanbatu Kecam Aksi Oknum Debt Collector

Ketua LSM PISOD Labuhanbatu Ir Syafrizal Siregar 

Labuhanbatu, SB – Masyarakat Labuhanbatu kecam perbuatan kejam atas tindakan oknum debt collector yang memberhentikan di jalan tanpa memperdulikan keselamatan jiwa pengendara sepeda motor seperti premanisme jalanan tanpa tidak mempunyai rasa belas kasihan.

Memanggapi hal ini, ketua LSM PISOD Labuhanbatu Ir Syafrizal Siregar
( Buyung) meminta kepada kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK, SH agar segara menindak lanjuti pemberitaan sebelum nya terkait perbuatan Dept Collector yang sudah sangat meresah kan masyarakat karena tidak mementingkan jiwa dan keselamatan pengendara, ucap Rizal.

Rizal menambah kan, sesuai peraturan kapolri nomor 8 tahun 2011 dan peraturan menteri keuangan (PMK) No. 130/ PMK/2012.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok DebtCollector.

Sementara perilaku bank finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil,

Sedangkan pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan.

Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya.

Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Tujuannya adalah kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector, tegas nya.

apabila terjadi, maka video kan dan buat laporan polisi, tutup nya.

Salah seorang masyarakat Rantauprapat menyampai kan kepada awak media ( AG) (27).

” mereka sering mangkal di simpang hock lie sigambal, sering menunggu kendaraan di situ bang, terkadang mereka berjumlah empat orang dan terkadang lebih, yang sering di sebut sebut panggilan mereka berinisial DD, HND, NBN, NNG mereka lah yang sering memberhentikan para pengendara sepeda motor tanpa memperduli kan keselamatan si pengendara.

saya juga berharap kepada pihak kepolisian agar segera dengan cepat bertindak untuk mengaman kan mereka sebelum terjadi akibat perbuatan mereka yang lebih fokus, pinta AG. (AD)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Hari ke 5, Perwakilan Marga Kunjungi Soerya Respationo

Batam,-Memasuki hari ke lima, acara silaturahmi bersama tokoh Punguan Marga-marga Batak di Batam yang berlangsung …