Suara Birokrasi

Ngaku Polisi, Empat Pria Ini Diamankan

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi

Labuhanbatu, SB – Mengaku sebagai Polisi empat pria masing masing berinisial N, J, IG, dan U warga medan ini di amankan Polsek Kampung rakyat Jumat (5/10/18) sekira pukul 14.30 Wib.

ke empat pria ini di sergap personil unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat di Kantor desa Perkebunan Perlabian lantaran menakuti Kepala desa dengan surat penyidikan dugaan penyalah gunaan dana desa sekecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu selatan.

“Ya empat pria ini kita sergap di kantor Kepala desa Perkebunaan Perlabian tadi siang sekira pukul 14.30 Wib, ” Kata Kapolsek Kampung Rakyat AKP.Hitler Sihombing di ruangannya.

Di jelaskannya penangkapan ke empat pria tersebut berdasarkan informasi yang di terima dari pemerintah kecamatan dan desa pada Hari Kamis (4/10/18) kemarin bahwa ada empat orang mengaku sebagai polisi yang katanya ingin mengantar surat penyelidikan dugaan penyelewengan dana desa kepada Kades se kecamatan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan.

“Mengetahui hal tersebut saya langsung perintahkan Tim Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat yang dipimpin Oleh Kanit Reskrim Ipda.Ramses Panjaitan
untuk menyeting agar ke empat pelaku datang ke kantor desa untuk di lakukan penangkapan, dan setelah berkordinasi dengan kepala desa, kemudian kepala desa menyuruh para pelaku ini datang ke kantornya, setelah datang di kantor desa perkebunan perlabian di situlah kemudian kita kemudian kita lakukan penyergapan” ungkap Kapolsek

Sementara Kepala desa Perkebunan Perlabian Sartono, Kepala desa Perlabian Irhamsyah Lubis dan Kepala desa Pekan Tolan H. Replin yang di konfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.
“Awalnya saya yang di telfon oleh mereka agar saya menyampaikan kepada kepala desa lain agar berkordinasi mengenai penyalah gunaan dana desa, mengetahui hal tersebut saya sampaikan hal itu kepada Camat Bahwa ada orang yang mengaku polisi ingin mengantar surat penyidikan dana Desa” jelas Kades Perlabian Irhamsyah Lubis saat di Mapolsek Kampung Rakyat.

Setelah itu lanjutnya lantaran curiga pihaknyapun melaporkan hal tersebut ke Polsek Kampung rakyat.
“Kita curiga bahwa orang yang ngaku polisi ini bukan polisi beneran, itu makanya kita laporkan ke polsek kampung Rakyat” kata Kades di amini kades lainnya.

Setelah di lapor ke Polsek Kampung rakyat, Kapolsek Kampung Rakyat memerintahkan Para Kades untuk menyuruh pelaku datang ke kantor Desa untuk di lakukan penangkapan.

“Polsek suruh kita layani mereka, setelah datang kita langsung lapor ke petugas agar di lakukan penangkapan, dan ternyata benar mereka datang ke kantor saya memberikan surat penyidikan dugaan penyalah gunaan dana desa, begitu mereka sampai, kita kordinasikan ke Polisi, hingga petugas datang menangkap mereka” Tukas Kades Perkebunan Perlabian.

Saat ini ke empat pria tersebut brserta barang bukti berupa 1 Unit Mobil Toyota Avanza warna Hitam BK 1851 RK, 1 Pucuk senjata api mainan Jenis revolver berikut sarung senjata, 7 lembar SPT dari kepolisian yg diduga Palsu, 2 Lembar Surat Proposal permohonan bantuan Dana dari Kabid Humas yg ditujukan kepada Kadis PU dan Diknas Labusel, 5 Unit Hp, 2 Unit flash Disk, 1 buah Stempel dengan tulisan Kepala Kepolisian berikut bantalannya,1 buku agenda kerja, 1 buku block Notes, 1 buah kalung dengan Logo Reskrim, 4 Lembar Uang pecahan Rp. 100.000,- yg berada didalam amplop berwarna putih, 1 Lembar KTA Polri dengan No. KTAP/481/II/2015, dan Ktp masing masing pelaku telah di amankan di Mako Polsek Kampung rakyat guna penyidikan lebih lanjut.

“Ke empat pria ini telah kita amankan di mapolsek Kampung Rakyat berserta barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut” tutup Kapolsek. (Dr)

Exit mobile version