Home / Sumut / Tari Gemu Famire Serentak Meriahkan HUT TNI di Labuhanbatu

Tari Gemu Famire Serentak Meriahkan HUT TNI di Labuhanbatu

Peserta mengikuti gerak tarian gemu famire dari instruktur.

Labuhanbatu, SB – Dalam rangka merayakan HUT ke 73 TNI tahun 2018,panitia penyelenggara mempersembahkan festival budaya tarian gemu famire yang diikuti serentak oleh Plt Bupati beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Labuhanbatu di lapangan Ika Bina Rantauprapat Selasa,(4/9).

Tarian gemu famire dari Maumere Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diikuti 850 peserta itu memecahkan rekor MURI.Plt Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT dalam kata sambutannya mendoakan semoga TNI kedepan menjadi TNI yang tangguh khususnya di Labuhanbatu dan bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat.

“Semoga ini langkah awal, kedepannya insya Allah atau mungkin tahun depan bisa kita buat lagi lebih banyak lagi pesertanya, jangan hanya dari unsur organisasi tapi dari unsur masyarakat, karena TNI itu adalah temannya rakyat/masyarakat yang ada di Kabupaten Labuhanbatu,” sebutnya.

Menurut Andi kegiatan ini suatu langkah yang baik untuk masyarakat.Ia mengatakan merasa bangga atas terselenggaranya acara festival budaya tarian daerah ini menjadi pemecah rekor MURI.

“Dari tiga Kabupaten tergabung dalam suatu event yaitu event pemecahan rekor muri dan disini juga saya ucapkan terima kasih kepada TNI yang begitu antusias untuk melaksanakan kegiatan seperti ini, semoga TNI semakin jaya, semakin dekat kepada rakyat dengan motto “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Kembali Untuk Rakyat,” cetusnya.

Dandim 0209 Labuhanbatu diwakili Pabung Labusel Mayor Inf H Syamsul Anwar Harahap mengatakan kegiatan ini digelar untuk memecahkan rekor MURI serta serangkaian menyambut HUT Ke-73 TNI pada bulan Oktober 2018 mendatang, yang bertujuan sebagai upaya TNI untuk menumbuhkembangkan rasa kebangsaan terhadap masyarakat.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah semata-mata untuk menggugah semangat seluruh komponen masyarakat dan generasi muda di Labuhabatu Raya, untuk meningkatkan sifat kejuangan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan  bahwa tarian gemu famire ini salah satu tarian khas Indonesia yg berasal dari Maumere Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia juga mengatakan budaya tari-tarian seperti perlu untuk dapat dilestarikan sebagai adat dan budaya bangsa.

“Tarian ini adalah merupakan bagian dari nilai-nilai pancasila, dan sesungguhnya mencerminkan segala yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia, ini sudah semestinya dapat dilestarikan untuk menjadi warisan kepada anak cucu kita,” pungkasnya.

850 orang peserta yang mengikuti event festival budaya tarian itu terdiri dari Persit KCK Cabang XXXVI Kodim 0209/LB, personil Kodim 0209/LB dan Personil Ki-C Yonif 126 KC, personil Polres Labuhanbatu, personil Sub Denpom 1/II Rantauprapat, petugas Damkar, personil BPBD, Satpol PP, OKP dan Ormas, serta Gerakan Pramuka dan gabungan pelajar se-Labuhanbatu Raya.(Dharma Bakti)

 

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Hari ke 5, Perwakilan Marga Kunjungi Soerya Respationo

Batam,-Memasuki hari ke lima, acara silaturahmi bersama tokoh Punguan Marga-marga Batak di Batam yang berlangsung …