Home / Tanjungpinang / KUAT DUGAAN OKNUM DINAS PUPR BERMAIN-MAIN PEMBANGUNAN SPAL KOTA TANJUNGPINANG
Bak penapung ipal yang berumlah 22 unit yang terletak di halaman dinas pupr kota tanjungpinang tampak polos tampa merk ataupun tulisan perusahaan y memproduksinya

KUAT DUGAAN OKNUM DINAS PUPR BERMAIN-MAIN PEMBANGUNAN SPAL KOTA TANJUNGPINANG

Bak penapung ipal yang berumlah 22 unit yang terletak di halaman dinas pupr kota tanjungpinang tampak polos tampa merk ataupun tulisan perusahaan y memproduksinya

Tanjungpinang, SB – Dua tahun terahir ini sangat tampak terlihat perubahan yang terjadi didinas PUPR (pekerjaan umun dan penataan ruang) kota Tanjungpinang baik itu perubahan dalam hal pelayanan ataupun kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan.

Perubahan itu tentunya sangat di pengaruhi oleh pemimpin yang menduduki jabatan di SKPD tersebut seperti yang kita ketahui Lis darmansyah pada bulan juli 2017 yang lalu telah melantik tujuh pejabat eselon ll dan satu diantaranya yang dilantik adalah kepala dinas PUPR, Hendri dilantik menjabat sebagai kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kota Tanjungpinang.

Sejak Hendri menduduki jabatan kepala dinas PUPR, masyarakat kota Tanjungpinang tidak lagi sering mendengar informasi mengenai dinas PUPR tersebut. Baik itu program dan kegiatan yang di laksanakan SKPD yang diketahui paling banyak terdapat program pembangunan infrastruktur .

Bukan hanya masyarakat yang sedikit kewalahan mancari informasi mengenai program dan kegiatan didinas PUPR ini, Bahkan wartawan yang seharusnya menjadi jembatan untuk menyampaikan informasi dari pemerintah kepada masyarakat juga merasa sedikit kesulitan mencari informasi di SKPD tersebut.

Padahal pembangunan infrastruktur tentunya tidak dapat dilaksanakan tanpa keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, seperti kontraktor/pihak swasta yang bisanya dijadikan menjadi pihak rekanan/pelaksana pembangunan infrastruktur tersebut.

Pembangunan infrastruktur bidang sanitasi yang bersumber dari (DAK) dana alokasi khusus misalnya, pada tahun 2017 yang lalu pemko Tanjungpinang mendapat kuncuran dana sebesar RP. 2,832,000,000 (dua milyar delapan ratus tiga puluh dua juta rupia) yang terbagi menjadi 5 paket kegiatan, lokasi pembangunan 5 paket pekerjaan kontruksi tersebut terbesar dilima kecamatan tanjungpinang, masing-masing nilai paket kegitan tersebut sebesar 500 juta sampai 1 milyar rupiah,

Sedangkan untuk pemilihan penyediaan pelaksanaan kontruksi tidak dilakukan melalui tahap lelang, seluruh kegiatan ini dilakukan dengan metode swakelola/kelompok masyarakat pelaksana kegiatan, berdasarkan data yang diperoleh awak media ini, seluruh pembangunan sanitasi 2017 yang lalu dapat selesai 100%, begitu juga dengan anggaran terserap 100% atau sebesar RP. 2,832,000,000.

Mungkin karna dinilai berhasil melaksanakan pembangunan sanitasi pada tahun 2017 yang lalu, pemko Tanjungpinang pada tahun ini kembali mendapatkan kuncuran dana alokasi khusus (DAK) yang lebih besar lagi, yakni dengan total anggaran RP. 11,429,000,000.

Untuk pembangunan 22 unit SPALD (sarana pengelola air limbah domestik) masing-masing paket kegitan ini bernilai kurang lebih RP. 500,000,000 (limaratus juta rupiah) sebelum kegiatan ini dilaksanakan kepala dinas PUPR kota tanjungpinang pada bulan februari yang lalu sempat mengatakan kepada awak media bahwa untuk pemilihan penyediaan pelaksana kegiatan pembangunan sarana pengelola air limbah domestik (SPALD) tahun 2018 akan dilakukan melalui tahap lelang,
Namun entah kenapa, ahirnya seluruh pekerjaan ini dilaksanakan dengan motede swakelola, dimana pihak pelaksana pembangunan SPALD merupakan kelompok masyarakat,

Dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan awak media ini kebeberapa titik pembangunan, belum satupun kelompok masyarakat yang telah memulai kegiatan pembangunan SPALD tersebut, misalnya pembangunan 1 unit SPALD dengan anggaran RP. 5.15.000,000 yang berada dikelurahan melayu kota piring kecamatan tanjungpinang timur, ketua RT sekaligus ketua kelompok swadaya masyarakat (KSM) pelaksana pembangunan SPALD diwilayah ini Ridawi, mengatakan kepada awak belum dapat memumulai pembangunan karena masih menunggu termin kedua/ pencairan proyek tahap dua.

Saya disini hanya membantu, selebihnya ditangani konsultan, saya memang ditunjuk sebagai ketua KSM cuma hanya ketua bagian pengerjaan aja dan mengenai anggaran, termin pertama sudah cair cuma tak tau berapa Dan Katanya termin pertama itu untuk membeli BAK penampungannya, jadi kami munggu termin kedua tak tau kapan, yang pasti BAK penampung ipalnya sudah ada didinas PU, “kata ridawi. Ketua KSM udang borik.

Lebih lanjut ridawi mengaku kepada awak media tidak pernah diberi tau berapa anggaran untuk pembangunan SPALD tersebut, dan bahkan termin pertama untuk pembelian BAK yang telah dilakukan tidak jumlahnya.

Dan ketika awak media ini meminta untuk memperkirakan biaya bangunan SPALD yang menampung kotoran dari 25 rumah warganya, iya memperkiran akan menghabiskan anggaran sekitar RP 200 sampai 300 juta rupiah.
Melihat kejadian dimana pihak pelaksana proyek yang tidak mengetahui jumlah pagu anggaran bahkan setelah termin pertama dicairkan, diduga kuat ada Oknum yang sengaja bermain-main dengan proyek ini.

Berdasarkan data yang diperoleh awak media untuk pekerjaan pembangunan satu unit SPALD kelurahan melayu kota piring telah di lakukan pencairan yang jumlahnya lebih dari RP 100 juta rupiah dan j jika di total pencairan tahap pertama yang sudah dilakukan untuk seluruh kegiatan pembangunan SPALD kota tanjungpinang sampai saat ini sebesar RP. 2,657,000,000.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembangunan SPALD kota tanjungpinang, beberapa kali awak media mencoba menemui kepala dinas PUPR, hendri. Namun sangat disayangkan hendri belum berkenan untuk dijumpai. Ketika ingin dikonfirmasi Via hanphone, Hendri menyarankan kepada awak media agar menyurati dinas PUPR kota Tanjungpinang jika ingin konfirmasi terkait pembangunan SPALD kota Tanjungpinang.

Namun hendri sempat menjawab beberapa pertanyaan awak media ini melalu pesan singkat (23 Agustus 2018). iya mengatakan SPALD memang dilaksanakan swakelola yang lelang adalah SPAM.

Mengenai pengadaan material bangunannya, hendrik mengatakan kalau pengadaan materialnya oleh KSM ( kelompok swsdaya masyarakat). Dan ketika ditanya lebih lanjut lagi mengenai pelaksanaan proyek hendrik mengatakan” untuk masalah teknis dilapangan atau informasi lebih rinci lagi silahkan jumpai Irfan atau sebaiknya surati saja” Kata Kadis PUPR yang baru menjabat Sekitar satu tahun ini. (Pandi/Rido)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Berangus Jaringan Bandar Narkoba, Polres Rohil Gulung 46 Tersangka

Rohil, SB – Polres Rokan Hilir berhasil mengungkap 35 kasus narkoba selama operasi Anti Narkotika …