Home / Sumut / KLHK Ekspose Pemulihan Gambut di Labuhanbatu

KLHK Ekspose Pemulihan Gambut di Labuhanbatu

Sekdakab Labuhanbatu Ahmad Muflih, SH, MM bersama narasumber dan peserta dalam ekspose pemulihan ekositem gambut

Labuhanbatu, SB – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, ekspos Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan program kemandirian masyarakat untuk mendukung pemulihan ekositem gambut di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Asahan di Ballroom Hotel Paltinum Rantauprapat. Senin (6/8).

Plt Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT diwakili Sekretaris Daerah Ahmad Muflih SH, MM mengatakan RKM adalah merupakan program yang sangat bagus untuk kemajuan program pemerintah, khusunya untuk pelestarian ekosistem gambut di Labuhanbatu.

“Khusus untuk Labuhanbatu, ini merupakan program pemulihan gambut yang kedua, dan pada tahun 2018 ini dilakukan di Desa Sei Kasih dan Desa Tanjung Haloban yang berada di Kecamatan Bilah Hilir,” jelasnya.

Ia mengatakan setiap desa yang terpilih mendapat pendamping dari fasilitator serta dibentuk tim kelompok pengendalian pengelolaan ekosistem gambut dari masyarakat setempat di setiap desa nantinya diharapkan menjadi ujung tombak keberlanjutan pengelolaan ekositem gambut di setiap wilayah.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Siti Latifah, Ph.D dalam kesempatanya mengatakan ekositem gambut merupakan ekositem unik yaitu dapat menyebabkan kebakaran pada musim kemarau dan menyebabkan banjir pada musim Hujan.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Universitas Sumatera Utara bisa bekerjasama dengan Kementrian LHK, dalam kegiatan pelestarian gambut,  ini merupakan kegiatan yangsangat penting untuk pelestarian jangka panjang, jika ekositemnya rusak maka kita semua yang akan merugi,” ungkapnya.

Dr. Alfan Gunawan Ahmad S.Hut, MSi panitia penyelenggaraan ekspos pemulihan ekosistem gambut menjelaskan untuk pemulihan lahan gambut yang di kelola masyarakat, KLHK melakukan kerjasama dengan USU.

“Pada tahun 2018 pemulihan gambut dilakukan di 6 desa dari 3 Kabupaten, dan masing-masing desa memiliki 2 fasilitator untuk mencari solusi bagaimana pemulihan ekosistem gambut, baik yang bersifat fungsi lindung dan fungsi budidaya,” jelasnya

Dalam acara itu turut hadir Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Staf Ahli Rektor USU, Dekan Fakultas Kehutanan USU, para Camat dan Kepala Desa, serta 12 Fasilitator pendamping dan Fasilitator masyarakat.(Dharma Bakti)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Hari ke 5, Perwakilan Marga Kunjungi Soerya Respationo

Batam,-Memasuki hari ke lima, acara silaturahmi bersama tokoh Punguan Marga-marga Batak di Batam yang berlangsung …