Home / Sumut / Mosi Tak Percaya, Rahmat Sukur Lapor Ke Polda Sumut
Rahmat Sukur sedang menunjukkan surat tanda terima laporan

Mosi Tak Percaya, Rahmat Sukur Lapor Ke Polda Sumut

Rahmat Sukur sedang menunjukkan surat tanda terima laporan

Labuhan Batu, SB – Tidak puasnya Rahmad Sukur terhadap penanganan perkaranya di Polres Labuhanbatu beberapa waktu lalu, membuat Ia (Rahmat Sukur-Red) terpaksa melaporkan kasus dugaan penggelapan Ijin Mendirikan Bangunan kejenjang yang lebih tinggi yaitu ke Polda Sumatra Utara. Kasus dugaan penggelapan izin mendirikan bangunan (IMB) yang dilaporkan Rahmad Syukur Siregar yang memegang kuasa dari korban Ahmad Husin Siregar pada tanggal 4 Januari 2018 dengan nomor laporan LP/08/I/2018/SU/RES/LBH Kamis, 4/1 2018 dan SP2HP Nomor B/51/I/2018/RESKRIM tanggal 15 Januari 2018 yang lalu, segera digelar di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Polda Sumut) dalam waktu dekat ini.

Perihal akan digelarnya kasus dugaan penggelapan IMB yang diduga dilakukan Oknum Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP) Kabupaten Labuhanbatu (PD), dikarenakan Rahmad Syukur Siregar melaporkan pihak Polres Labuhanbatu ke Bidang Propam dan Irwasda Polda Sumut dengan Nomor pengaduan masyarakat Dumas/36/V/2018/WASSIDIK atas ketidakpuasan proses penanganan kasus tersebut yang dilakukan pihak Polres Labuhanbatu. Dalam isi surat laporan Rahmad Syukur Siregar tersebut, disinyalir ada keberpihakan pihak Penyidik ke terduga tersangka oknum Plt Kadis PMP2TSP. Senin (28/5/2018) sekira pukul 10.30 Wib

“Laporan yang saya buat sudah berjalan 5 bulan, akan tetapi hingga saat ini belum ada respon positif  dari Polres Labuhan Batu untuk menindaklanjuti laporan Saya. Maka dari itu, Saya mendatangi Polda Sumut untuk meminta dan mengadu keluhan saya ini. Alhamdulillah, pengaduan saya diterima oleh Bidang Propam dan Irwasda Polda Sumut.”kata Syukur usai membuat laporan di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Senin (28/5/2018).

“Saya kesini (Polda Sumut-red) mencari kepastian hukum  dalam kasus ini, seharusnya bila tidak terbukti ya di SP3 kan saja,” kata Sukur menambahkan. Sementara itu, Menurut Mahadi SH, bahwa perkara ini harus dipercepat Guna mengejar kepastian hukum sesuai azas equality before the law (persamaan dimuka hukum).

Dengan adanya laporan korban ke Bidang Propam dan Irwasda Polda Sumut, kami berharap kasus tersebut dapat diambil alih oleh pihak Polda Sumut dengan cepat, ujar Mahadi. Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw melalui Kabid Humas AKBP Tatan Dirsan saat dikonfirmasi via layanan WhatsApp terkait laporan Rahmad Syukur Siregar ke Polda Sumut tersebut, belum memberikan jawaban. (DN)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Hari ke 5, Perwakilan Marga Kunjungi Soerya Respationo

Batam,-Memasuki hari ke lima, acara silaturahmi bersama tokoh Punguan Marga-marga Batak di Batam yang berlangsung …