Home / Tanjungpinang / Akibat Rokok FTZ, LAMI Sebut Indikasi Kebocoran PAD Sebesar Rp. 5,6 Milyar/Tahun
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Tanjungpinang

Akibat Rokok FTZ, LAMI Sebut Indikasi Kebocoran PAD Sebesar Rp. 5,6 Milyar/Tahun

Tanjungpinang, SB

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia kota Tanjungpinang (Ridwan Lingga) akhirnya ikut buka suara terkait rokok kawasan bebas yang disebut-sebut berpotensi menjadi pemicu kebocoran pendapatan daerah kota Tanjungpinang.

Kepada Suarabirokrasi.com, Ridwan memaparkan estimasi kebutuhan rokok  setiap harinya.

“Menurut saya, menghitung jumlah kuota rokok itu sangat simple, berapa jumlah laki-laki di Kelurahan Dompak dan berapa jumlah Laki-laki di Kelurahan Senggarang, setelah itu kita kalikan saja satu laki-laki dewasa menghabiskan rata-rata 2 bungkus rokok/hari,” beber Ridwan kepada Suarabirokrasi.com di warung kopi Klasic 69 Km 5 atas Tanjungpinang Senin 5/2.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, bahwa jumlah laki-laki di Dompak dan Senggarang hanya sekitar 2.200 kepala.

“tahun 2017, Jumlah laki-laki di Dompak dan Senggarang hanya sekitar 2.200 kepala mulai dari bayi hingga lansia, kita kalikan 2 bungkus baru 4.400 bungkus dalam sehari kebutuhan rokok FTZ, itu sudah kita hitung bayi boleh merokok, meskipun regulasinya 18 tahun ke atas,” ungkap Ridwan.

Masih kata Ridwan, sehingga penetapan kuota rokok sebesar 15.107.200/semester dianggap tidak wajar dan berpotensi membocorkan pendapatan daerah kota Tanjungpinang.

“Menurut estimasi saya seharusnya hanya 792.000 bungkus/semester, artinya disini terdapat kelebihan kuota sekitar 15.107.200-792.000 yakni 14.315.200 bungkus/semester,” sebut Ridwan.

Ridwan menjelaskan, apabila cukai perbatangnya Rp. 200 maka potensi kebocoran pendapatan daerah kota Tanjungpinang sekitar Rp. 5,6 Milyar/tahun. Selain itu, Ridwan juga meminta kepada Pj Walikota Tanjungpinang segera mengevaluasi indikasi kelebihan kuota rokok tersebut.

“Kalau 200 rupiah cukai perbatangnya, maka potensi kebocoran pendapatan pemko Tanjungpinang sekitar Rp. 5,6 Milyar/tahun, seharusnya Pejabat Walikota dan DPRD Tanjungpinang mengevaluasi indikasi kelebihan kuota rokok FTZ tersebut,” harap Ridwan sambil mengakhiri pembicaraan. (Rido)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Berangus Jaringan Bandar Narkoba, Polres Rohil Gulung 46 Tersangka

Rohil, SB – Polres Rokan Hilir berhasil mengungkap 35 kasus narkoba selama operasi Anti Narkotika …