Home / Tanjungpinang / Sejumlah LSM Sesalkan Sikap Arogan Oknum Kabid PUPR Tanjungpinang

Sejumlah LSM Sesalkan Sikap Arogan Oknum Kabid PUPR Tanjungpinang

Plang proyek sanitasi di Senggarang

Tanjungpinang, SB

Sebagai pejabat public dituntut untuk dapat menjaga etika baik dalam bertingkah laku atau berbicara. Namun etika itu dinilai tidak dimiliki oleh pejabat yang menduduki jabatan kepala bidang Cipta karya didinas PUPR ( Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruangan)  kota Tanjungpinang.

Oknum Pejabat yang dimaksud yakni M. Irfan yang baru beberapa waktu lalu menduduki jabatan KABID Cipta Karya didinas PUPR  Kota Tanjungpinang.

Kejadian tersebut bermula ketika Awak media ini dan rekan wartawan lainnya bemaksud untuk mencari informasi mengenai kegiatan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat yang dimana diketahui  SKPD pelaksana dana DAK Bidang sanitasi kota Tanjungpinang tersebut adalah Dinas PUPR bidang Cipta Karya Kota Tajungpinang.
Awalnya beberapa pegawai dibidang Cipta Karya menyabut baik kehadiran wartawan ini dan seorang pegawai mengatakan bahwa Irfan yang merupakan Kabid CK yang sekaligus PPK dalam kegiatan tersebut sedang keluar untuk menjemput istrinya,  sehingga  awak media ini memutuskan untuk menunggu kehadiran Irfan di luar ruangan, Kamis (11 Januari 2018).

Setelah menunggu sekitar satu jam Irfan kembali kekantor, awak media ini menyapa Irfan sambil berjabat tangan serta menyampaikan maksud tujuan menemuinya.
Namun sangat disayangkan,  pejabat yang seharusnya paling berkompeten dan bertangjawab dalam kegitan ini tidak memberikan informasi yang akurat malah sebaliknya sikapnya terkesan arogan bahkan seakan menghina wartawan yang dia berikan.
Tanpa sedikit basa-basi dalam posisi berdiri Pejabat ini langsung mengatakan “ apa yang mau kamu tanyakan disini aja” kata pejabat ini dengan nada meninggi.
awak media ini sedikit kaget dengan cara dia berbicara dan melanjutkan materi pembicaraan.
ketika ditanya letak lokasi dan realisi kegitan sanitasi masyarakat diwilayah kota Tanjungpinang dengan singkat irfan menjawab semua telah selesai 100%.

kemudian saat menyinggung  paket kegitan pembangunan sanitasi yang berada dikelurahan senggarang, iya mengatakan tidak ada pembangunan sanitasi di Senggarang. “ tidak ada pembangunan sanitasi di Senggarang.  Kamu dapat info dari mana? Kamu sudah kelapangan? Datamu itu salah. Makanya kalau mauwawancara kuasai dulu persoalannya. Kalaupun ada pembangunan mungkin itu dari provinsi. Sudah?” kata Kabid Cipta karya ini sambil meninggalkan awak media ini.
Tidak puas dengan informasi yang didapat, wartawan lainnya mencoba menghampiri Irfan  yang berjalan  menuju ruangannya  namun Irfan tidak merespon dengan baik, sambil memasuki ruangannya iya mengatakan”sudah,  saya sudah tau seperti apa wartawan itu” kata irfan sambil memasuki ruangan.

Sikap pejabat yang satu ini sempat memicu amarah seorang anggota LSM GETUK (Gerakan tuntas korupsi) Provinsi Kepri.  Tengku Azhar menilai Sikap Arogan dari pejabat dinas PUPR ini adalah hal yang  tidak bisa  dibiarkan. Karna ini merupakan contoh pengelolan keungan yang tidak trasparan.
Bukan hanya LSM GETUK , Sikap Pejabat yang satu ini  juga mendapat sorotan dari LSM lainnya yakni LSM LAMI ( Lembaga Aspirasi masyarakat kota tanjungpinang). DPC LAMI Kota Tanjungpinang.

Ridwan menilai  bahwa Irfan tidak pantas Sebagai  pejabat public  karna menurut ridwan seharusnya seorang pejabat public mampu menjadi teladan dan welcome terhadap masyrakat apa lagi yang datang adalah wartawan yang mencari informasi untuk disampaikan kepada masayarakat, sehingga diharapkan mampu  menjelaskan dengan sejelasnya setiap kegiatan yang berada dibidangnya karna itu memang tanggung jawabnya.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan sikap arogan yang ditunjukkan pejabat ini adalah hal yang tidak bisa disepelekan  karna dapat menciderai nama baik  Pemerintahan Kota Tanjungpinang yang saat ini berada dibawah kepeminpinan  Walikota Lis Darmansyah, ujar Ridwan sambil mengakhiri pembicaraan. (P. Pandiangan)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Disebut Menjanjikan Fee, Anggota Legislatif Bintan Hadir di Persidangan

”Daeng Muhamad Yatir, anggota DPRD Bintan yang menjanjikan sesuatu. Saya dijanjikan Rp 1000 per ton …