Home / Lingga / Kades Tanjung Irat Diduga Jual Hutan Mangrove
foto ilustrasi

Kades Tanjung Irat Diduga Jual Hutan Mangrove

Lingga,SB

Menurut UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,Pembabatan hutan mangrove sangat jelas dilarang meskipun dengan berbagai alas an apapun.

Dalam pasal 50 disebutkan,bahwa setiap orang dilarang melakukan pengrusakan hutan dengan alas an apapun termasuk untuk pertambangan.

Sementara,dalam pasal 78 secara jelas telah disebutkan ketentuan pidananya yakni paling lama 15 tahun dan denda 10 milyar rupiah.

Akan tetapi, Kepala Desa Tanjung Irat (Kahar) seakan tak gentar meskipun ancaman pidana bagi pelaku pengrusakan hutan sangat berat.

Pasalnya,Kepala Desa Tanjung Irat diduga kuat menjual puluhan hektar hutan mangrove di desanya dengan modus menerbitkan surat sporadik terlebih dahulu.

Menurut narasumber yang tidak dapat dituliskan namanya kepada wartawan menjelaskan, bahwa hutan mangrove yang diduga dijual oleh Kepala Desa Tanjung Irat tersebut dengan harga lebih dari satu Milyar dengan luas hingga puluhan hektar.

“puluhan hektar hutan mangrove yang di jual di desa Kami, harganya sekitar lebih dari satu milyar”, beber narasumber tersebut kepada Suara Birokrasi.com.

Lebih lanjut narasumber tersebut mengatakan, bahwa penjualan hutan mangrove kepada PT.Semarak Sejati rencananya akan dijadikan sebagai lokasi tambang pasir darat.

Hingga berita ini diterbitkan,Kepala Desa Tanjung Irat (Kahar) belum berhasil dikonfirmasi wartawan.(Redaksi)

 

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Check Also

Plt Bupati Lingga Ajak Semua Elemen Membangun Lingga

Lingga, SB – Plt Bupati Lingga Muhammad Nizar menegaskan bahwa Pembangunan di Kabupaten Lingga harus …