Home / Nasional / Soerya Imbau Tetap Bersatu Meski Beda Pilihan

Soerya Imbau Tetap Bersatu Meski Beda Pilihan

Karimun – Selain mendapat dukungan dari masyarakat Melayu di Kabupaten Karimun saat kunjungan ke kediaman Tokoh Melayu Karimun, Long Acha, Rabu (16/09). Hari kedua di Karimun, calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau DR H Muhammad Soerya Respationo SH MH mendapat dukungan dari kekerabatan Jawa di Karimun untuk mewujudkan pernyataan sikap Sinergi Kepri membangun Karimun mendatang.

Ratusan kekerabatan dan tokoh masyarakat Jawa dari berbagai daerah di Kabupaten Karimun menggelar silahturahmi di Lantai 7 Aston Hotel Karimun, Kamis (17/9/2020) pagi, bersama Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo dan Politisi PDI Perjuangan di Kabupaten Karimun, serta beragam tokoh masyarakat Karimun.

Ketua panitia kegiatan Rasno menjelaskan bahwa, kegiatan jalinan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Jawa, untuk mendukung pasangan calon Soerya Respationo dan Iman Sutiawan, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri di Pilkada Kepri dan untuk ikut membangun Karimun nantinya.

“Saya berharap, peserta yang hadir ini bisa menularkan kepada masyarakat secara luas di lingkungannya untuk bersama-sama memenangkan pasangan calon SInergi Kepri ini,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Fery Budiaji, tokoh Jawa di Karimun menyatakan sikapnya untuk berjuang dan menjadikan SInergi Kepri unggul di Pilkada Kepri.

“Kami siap membantu dan mengawal terus SInergi Kepri di wilayah Karimun. Kita optimis bisa meraih simpati khususnya di daerah karimun ini. Dan Insya Allah kami siap memenangkan SInergi Kepri,”jelasnya.

Sementara itu, ikhwan Nasai, Ketua Forum Komunikasi Sedulur Jawa Timur menegaskan bahwa kenapa harus memilih dan mendukung pasangan calon SInegi ini. Mengingat, sosok Soerya Respationo bukanlah orang lain. Mengingat, beliau merupakan Mustasyar atau Penasehat Nahdlatul Ulama.

Oleh karenanya, dengan kehadiran Romo yang selalu mendukung dan menasehati dalam berbagai hal, membuat kita menjadi satu rasa dan asa, sehingga kita ini sebenarnya merupakan satu keluarga meski berada dalam perantauan.

“Prinsip kita sebagai orang jawa itu adalah dimana bumi dipijak ya disitu langit dijunjung. Untuk itu, kita tetap menghormati saudara-saudara kita yang lain, tanpa melupakan dan menghilangkan budaya asli kita dan ditinggalkan oleh leluhur kita. Dan alhamdulillah, kita ini sudah memiliki satu rasa dan asa, mensinergikan hati dan pikiran kita,” jelasnya.

Menyambut niat baik para tokoh. Soerya Respationo mengapresiasikan respon yang diberikan oleh tokoh-tokoh Jawa yang ada di Kabupaten Karimun dengan pemahaman kepemimpinannya.

Soerya Respationo mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk bisa jeli dalam memilih agar Pilkada tidak merusak silaturahmi.

“Ada kesamaan pilihan atau tidak di Pilkada ini. Saya minya jangan sampai mengganggu silahturahmi yang sudah kita bangun bersama. Dan jika nantinya ada dari bapak dan ibu yang memilih pasangan calon lain dipersilahkan, tapi jangan sampai persaudaraan diantara kita menjadi terganggu,” tegasnya.

Alasan Soerya Respationo mengatakan demikian, karena dirinya tidak ingin masyarakat “dibodohi” oleh pandangan perbedaan yang merusak filosofi persaudaraan dan silahturahmi. Menurutnya. persaudaraan yang terbelah, akan memunculkan ‘embrio’ dari perpecahan yang membuat masyarakat menjadi korban karena sulitnya membangun kehidupan tanpa kebersamaan.

“Untuk itu, saya juga tidak mau, hanya karena gara-gara pilkada merusak persaudaraan dan silahturahmi kita. Mari kita legowo, beda pilihan itu merupakan hak pribadi kita. Justru Indonesia menjadi indah karena adanya warna warni,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama juga, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan kampanye hitam, dan menegatifkan calon-calon lain. Cukup dengan melakukan sosialisasi yang positif saja. (red)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin