Home / Sumut / Pak Babinsa! Rakyat Titip Pelukan Buatmu

Pak Babinsa! Rakyat Titip Pelukan Buatmu

Catatan oleh:
Budi Ardiansyah,SE (Ka Biro suarabirokrasi.com Labuhanbatu Raya)

Tak pernah terdengar kata keluh, meskipun berat beban dipundak. ‘Wajah’ yang sejak dulu hingga sekarang hanya di implementasikan selalu beringas di medan perang guna menjaga Kedaulatan NKRI, kini turut melahirkan warna penuh makna, dan telah menjadi harapan bagi setiap kehidupan di sudut pedesaan. Mereka adalah Babinsa, Bintara Pembina Desa.

Ibarat peluru, begitulah hakikatnya seorang Babinsa, yang siap kapan saja ditembakkan dan diarahkan kemanapun tanpa memikirkan rencana untuk pulang. Tak jarang pula ditemukan, seorang Babinsa yang mesti ikhlas menjadi petani, nelayan bahkan sebagai guru dilingkungan sekolah dalam memberikan edukasi demi peningkatan wawasan kebangsaan generasi bangsa.

Baiklah, kita sudahi saja ‘bumbu’ mukaddimah ini, mari kita meneropong kegiatan rutinitas para Babinsa di lingkungan Kodim 0209/LB dibawah asuhan Dandim Letkol Inf Santoso.

Pada pandemi covid-19 saat sekarang, tentunya banyak pihak, orang maupun lembaga yang terlihat acuh (not respon) dan tidak perduli terhadap situasi masyarakat, apalagi di wilayah teritorial Kodim 0209/LB yang mencakup Kabupaten Labuhanbatu Raya, dengan kemajemukan manusianya yang dapat ditaksir sekira 65% telah mengadopsi faham ‘Siapa Lu Siapa Gua’.

Coba lihat dan renungkan, kondisi masyarakat saat sekarang yang berada di bawah garis kemiskinan, dan seharusnya sudah ‘menjerit’ karena ketidakmampuan mencukupi asupan ekonomi keluarganya. Tanpa kita sadari, secara berangsur telah tertutupi dengan gerak cepat para ‘Serdadu Desa’ yang terus berjibaku menyampaikan ‘Harapan’ penyambung hidup. Sudah banyak laporan dokumentasinya, tapi itu bukan sebagai alat pencitraan, namun lebih cenderung merupakan bukti penyaluran tepat sasaran.

Teks foto: Penyaluran paket Sembako Kodim 0209/LB menggunakan sampan.

Mungkin kita tidak percaya, ketika seorang Babinsa mendapatkan perintah untuk mengantarkan ‘Bingkisan Kemanusiaan’, air mukanya pasti langsung tersenyum karena terkenang wajah tua si-Mbok, warga yang selalu kekurangan di Desa binaannya. Artinya, mereka (para Babinsa) tanpa berkoordinasi dengan pemerintahan setempatpun, telah merasakan dan mengetahui situasi warga miskin di teritorialnya. Nyata saja, kalau enggak ada Babinsa, Kemanunggalan TNI-Rakyat tidak akan lestari hingga kini.

Menurut penulis, ‘Perintah Komando lebih ditakuti dari amukan isteri’, ini adalah makna yang sebenarnya diciptakan sebagai sugesti terhadap seluruh prajurit TNI agar disiplin kepada instruksi pimpinan tertinggi. Namun kenyataannya, hampir seluruh Babinsa khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Raya ini lebih takut terhadap Rakyat, karena telah terpatri didalam sanubari mereka, ‘TNI terlahir dari rakyat, untuk rakyat dan akan kembali kepada rakyat’.

“Dulu saat masih bertugas, kalo saya dimarahin sama Danramil, besoknya cepat-cepat saya suruh istri antarkan jagung dan ubi buat ibu Danramil, pasti besoknya lagi pak Danramil sudah senyum (tidak marah). Tapi, kalo rakyat yang sudah marah, Panglima TNI pun bisa turun dari jabatannya. Makanya Babinsa itu lebih takut sama rakyat daripada sama pimpinan,” kisah Pelda (Purn) Giono, 64, mantan Babinsa Koramil 07/AKB, yang kini telah menikmati masa pensiunnya bersama masyarakat, di Desa Batu Tunggal Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura.

Coba kita melirik rutinitas serdadu Desa di Kabupaten Labuhanbatu Raya saat ini, ternyata benar adanya bahwa seluruh data warga tidak mampu yang dikumpulkan merupakan produk para Babinsa dan telah dijadikan patokan oleh jajaran Koramil sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) dari Kodim 0209/LB.

Teks foto: Babinsa saat menyusuri wilayah desa terjauh mengendarai sepeda motor.

“Ya, datanya dari Babinsa, dan dilanjutkan dengan mengambil tindakan serta langkah-langkah untuk membantu masyarakat ditengah pandemi covid-19, khususnya yang belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Daerah,” kata Kasdim 0209/LB Mayor Arh Muji Santoso, Jum’at (14/5/2020) kemarin.

Pantas saja, program penyerahan Sembako TNI inipun telah terealisasi lebih dahulu, dari konsentrasi Pemerintah Daerah yang hingga kini masih sibuk dengan mengumpulkan data masyarakatnya yang miskin.

Kalau berbicara tentang aplikasi bantuan kepada masyarakat tidak mampu, sudah sepatutnya Pemerintah Pusat sebaiknya menyerahkan tugas ini kepada TNI saja. Ada tiga (3) aspek yang dapat dijadikan gambaran dalam realisasinya , yakni, Terkontrol, Terjamin dan Terarah.

Melirik dari segmen penyerahan Bantuan paket Sembako, pada Rabu (20/05/2020), ada pula yang unik dalam konsentrasi penyalurannya. Sebagai bentuk kecintaan terhadap Babinsa, seorang gadis belia bernama Nia, beralamat di kelurahan Tanjung Leidong kecamatan Kualuh Leidong kabupaten Labura, dengan reflek senandungkan Mars Babinsa.

Teks foto: Nia Br. Harahap, usai menyanyikan Mars Babinsa disela-sela penyerahan Paket Sembako.

Irama yang dilantunkanpun, bukan dibaca menggunakan teks maupun diikuti tutorial lewat Handphone, namun dinyanyikan layaknya seorang personil TNI yang pasti hapal bait demi baitnya. Selidik punya selidik, ternyata tanpa diketahui, Nia telah menghapal Mars Babinsa tersebut dikarenakan sering berkomunikasi dengan Serda Sandika (Babinsa Koramil 02/Tanjung Leidong) saat melaksanakan monitoring di Desa setempat.

Lantas saja, prosesi penyerahan paket Sembako yang diiringi Mars Babinsa dikediaman Nia itu pula, menjadi momen kebanggaan dan penyemangat bagi para personil Kodim 0209/LB, yang seakan memberi sinyal bahwa TNI terus manunggal bersama rakyat.

“Itu karena dia (Nia) sering berkomunikasi dengan bapak Babinsa Serda Sandika saat datang ke Desa kami. Sejak saat itu dia terus menghafal lagu Babinsa, sayapun terkejut lagu itu dinyanyikan saat pak TNI datang menyerahkan paket Sembako di rumah kami ini, tapi saya bangga dan sangat terharu, mungkin dengan lagu yang dinyanyikan itu dapat memberi semangat kepada pak Babinsa untuk tetap menjadi pelindung masyarakat miskin seperti kami ini,” ungkap Irma Br. Harahap (ibu Nia) siang itu.

Teks foto: para Babinsa Kodim 0209/LB, saat hendak bergerak menyalurkan paket Sembako kepada masyarakat yang tidak tersentuh pemerintah.

Sejatinya lagi, amatan penulis, disela-sela penyaluran Paket Sembako Kodim 0209/LB, banyak masyarakat yang tanpa ragu memberi pelukan buat para Babinsa, meskipun Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso, menganjurkan kepada seluruh personil Babinsa di jajaran Koramil sebagai petugas penyerahan paket Sembako, untuk tetap menjalankan protokoler penanganan covid-19 dengan Pysical Distancing (menjaga jarak).

Melihat fakta kedekatan dan keakraban masyarakat terhadap TNI di wilayah teritorial Kodim 0209/LB ini, mungkin tulisan inipun dapat menjadi penyampai pesan bahwa ‘Pak Babinsa! Rakyat Titip Pelukan Buatmu’. (*)

Isi tulisan dirangkum dari prosesi penyerahan Paket Sembako Kodim 0209/LB dimasa Pandemi Covid-19 di wilayah teritorial Kodim setempat.

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Tinggalkan Balasan