Home / Batam / Gustu Covid -19 Kepri Rencanakan PSBB di Batam dan Pulau Bintan

Gustu Covid -19 Kepri Rencanakan PSBB di Batam dan Pulau Bintan

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah memimpin Rapat rencana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Kepri bertempat di Gedung KSP, Jl. Basuki Rahmat, Minggu (19/4).

Arif mengatakan Tim Gugus Tugas mempertimbangkan untuk memberlakukan PSBB sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Pandemi Virus Corona (Covid-19) di Kepulauan Riau lebih efektif lagi. Kebijakan ini akan dipelajari dan kaji lebih lanjut. Salah satunya, bagaimana agar kesehatan terjaga serta ekonomi tetap berjalan walaupun tidak selaju biasanya.

“Penerapan PSBB menjadi salah satu solusi, kasus positif Covid-19 di Kepri semakin meningkat dari hari ke hari. Namun dampak lain dari kebijakan, akan dipelajari agar dapat solusi yang tepat untuk di atasi.” ungkap Arif.

Sekretariat Gugus Tugas Kepri, sementara mengusulkan PSBB khusus di Batam dan Pulau Bintan. Target pelaksanaan dimulai bulan ramadhan sampai 2 minggu kedepannya. Untuk itu, Rencana kerja tim selama PSBB dan upaya tindaklanjut dari dampak penerapan PSBB, akan dibuat draftnya.

Terkait bantuan sosial, Arif menjelaskan bahwa telah Pemprov mengagendakan. Namun data kebutuhan bantuan, akan dipercayakan kepada Kabupaten dan Kota.

“Kita akan sharing dengan kabupaten dan kota agar tidak terjadi pemberian bantuan yang tumpang tindih karna semua harus merata,” tambah Arif.

Berdasarkan data statisik yang dihimpun Sekretariat terkait penyebaran kasus positif Covid-19 di Kepri, kasus pertama terkonfirmasi positif pada 18 Maret, dan hingga hari ini sudah 52 kasus terkonfirmasi positif.

“Jika kondisi ini terus di biarkan, kedepan persentase yang linear ini sampai tanggal 31 Mei kedepan akan ada 12 ribu orang terkonfirmasi positif karna kurva yang terus meningkat tanpa ada pencegahan yang lebih tegas, salah satunya dengan PSBB.” tegas Arif Fadillah.

Pemberlakuan PSBB, menurut Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana, perlu dilakukan, melihat sebagian kasus Positif di Kepri tidak menimbulkan gejala atau bisa dikatakan Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga harus menjadi perhatian khsus untuk lebih disiplin dalam menjalankan semua himbauan yang telah diturunkan kepada masyarakat agar data prediksi penyebaran sebanyak 12 ribu jiwa, harus benar-benar dihilangkan.

Mewakili Akademisi, Ketua Stisipol Endri Sanopaka mengatakan pihaknya di minta oleh Pemko Tanjungpinang untuk menyusun kajian terkait PSBB, dirinya setuju PSBB segera dilakukan karna hingga saat ini kasus positif juga bertambah dan harus segera di tekan dan stop penyebarannya.

“Dan yang lebih penting lagi adalah PSBB mampu untuk mempertegas Phsyical Distancing, Social Distancing dan Membatasi Mobilitas, karna PSBB ini merupakan dasar untuk bertindak,” kata Endri.

Untuk itu, Endri meminta Pemerintah lebih pro aktif lagi untuk mencarikan solusi menghadapi dampak-dampak yang akan terjadi dengan pemberlakuan PSBB, sebagaimana diketahui tidak semua masyarakat masuk kedalam kategori mampu apalagi bagi yang terdampak langsung dengan Covid-19.

Lalu, Zamzami A Karim juga sepakat agar PSBB segera di terapkan dan meminta Pemerintah menyiapkan seluruh data yang konkret dan lengkap agar pelaksanaan PSBB dapat berjalan efektif. (Red)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Tinggalkan Balasan