Home / Nasional / Butuh Integritas Kejati Seputar Laptop Disdik Kepri

Butuh Integritas Kejati Seputar Laptop Disdik Kepri

Beberapa produk Axiqoe.com pada E Katalog dan menjadi spesifikasi laptop Dinas Pendidikan Kepri

Suarabirokrasi.com-Tanjungpinang, Upaya Kejaksaan Agung RI dalam menangani Tipikor khususnya di Kepulauan Riau diharapkan tidak terdampak politik kepentingan. Selama tahun 2019, aksi lantik-copot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau berlangsung tiga kali, dari Kajati H Asri Agung Putra digantikan oleh Edy Birton S.H.M.H. Akhir tahun 2019, Kajati Kepri kembali diganti oleh Sudarwidadi SH MH.

Aksi gonta ganti Kajati diharapkan tidak menghilangkan Integritas Kejaksaan untuk mengusut informasi berkaitan dengan dugaan korupsi di Kepulauan Riau yang seakan meredup ditengah santernya isu virus Covid-19.

Kejati Kepri juga diharapkan dapat menelusuri kegiatan pengadaan Laptop Penunjang Kegiatan Media Pendidikan Untuk SMAN di Kepri yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menggunakan APBD Perubahan 2019 sebesar Rp.22,3 miliar melalui sistem E Purchasing atau E Katalog.

Hasil konfirmasi kepada Mirza, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengganti, kegiatan tersebut berupa 2400 unit laptop untuk 86 SMA Negeri, dan laptop tersebut sudah didistribusikan setiap sekolah dengan alokasi jumlah berbeda-beda.

“Harga bersih per unitnya kurang dari Rp.9 juta, kalau dengan ongkos kirim, sekitar Rp.9 juta seratus ribuan gitulah,” jelas Mirza.

Diakui Mirza, dirinya merulakan PPTK pengganti, disebabkan pejabat sebelumnya pindah ke OPD lain, sehingga dirinya melanjutkan sebagai PPTK kegiatan tersebut.

“Iya, saya PPTK ditengah jalan, untuk PPKnya pak Irwan, sedangkan Kuasa Pengguna Anggaran langsung Pak Dalih sebagai Pengguna Anggaran, tidak dikuasakan,” terang Mirza.

Lanjut Mirza menerangkan, pelaksanaan kegiatan melalui sistem E Katalog, sebagai pelaksana adalah PT AXI atau Astragraphia.

“Perusahaannya Axiqoe, itu Astragraphia, dan E Katalog itu, penyedia dengan LKPP sudah kontrak seperti kontrak payung,”ungkapnya.

Harga produk sejenis yang ditawarkan pasar online

Penelusuran melalui E Katalog mengenai produk Axiqoe, mengacu merek dan harga laptop yang diadakan sesuai keterangan PPTK, didapati beberapa produk laptop, adapun spesifikasi produk garansi 3 tahun, Graphics AMD Radeon, Memori 4 GB, Hard Drive 1 TB, Windows 10 Pro seharga Rp.9,499.000,-. Sedangkan laptop seharga Rp.8.399.000,- spesifikasi produk, Graphics AMD Radeon, Memori 4 GB, Hard Drive 1 TB, Windows 10 Pro, garansi 1 tahun. Dari data merek, diketahui terdapat tiga model laptop dengan spesifikasi diatas.

Membandingkan dengan model dan spesifikasi laptop yang diterima Dinas Pendidikan Kepri, diketahui laptop yang diterima memiliki spesifikasi Memori 4 GB, Hard Drive 1 TB, Processor Graphicnya Integrated AMD Radeon R5 Graphics dan Windows 10 Pro bukan bawaan pabrikan. Sumber teknisi mengatakan, windows diinstal oleh pihak perusahaan.

Penelusuran harga dari pasaran E Commerce atau pasar online, laptop model OS : Dos yang diinstal Windows 10 Pro, memiliki kisaran harga dibawah Rp.5 juta per unitnya. Pasaran yang ditawarkan oleh lima pasar online terbesar di Indonesia berkisar antara Rp.3 juta hingga Rp.4,7juta per unitnya.

Dugaan ini masih menjadi harapan dapat ditindaklanjuti. Ketika produk laptop di pasaran seharga kurang dari Rp.5 juta, namun dibeli oleh Dinas Pendidikan Kepulauan Riau melalui E Katalog, seharga Rp.9 juta lebih, dapatkah hal ini disebut pemborosan?

Penulis : Edy
Fhoto : Istimewa

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan