Home / Tanjungpinang / Realisasi Kegiatan “Invisible” di Disbudpar Tpi

Realisasi Kegiatan “Invisible” di Disbudpar Tpi

Tanjungpinang, SB – Meski tidak ada bukti fisik terlaksanya kegiatan. Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menyatakan kegiatan t telah terlaksana. Beberapa kegiatan, diantaranya publikasi pariwisata kota tanjungpinang di Sriwijaya dan Garuda inflight Magazine senilai total Rp.167 juta  dan belanja kegiatan tahunan, cetak buku travel pariwisata tanjung pinang tahun 2019, senilai Rp 124 juta. Dari data, Pelaksanaan kegiatan publikasi majalah inflight magazine direncanakan pada bulan juni dan Belanja Cetak Buku Travel direncanakan pada bulan oktober 2019, meski informasi kegiatan diumumkan pada bulan desember 2019

Terlaksananya kegiatan tersebut ( publikasi dan cetak buku – red) diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Syafaruddin. Dikatakannya, kegiatan publikasi awalnya pada majalah pesawat Sriwijaya dan Garuda diubah menjadi publikasi pada majalah pesawat Sriwijaya dan Lion untuk satu edisi terbitan, terkait seputar pariwisata di tanjungpinang

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Syafaruddin

“Kita muatnya di majalah pesawat Lion dan Sriwijaya, diganti karena biaya publikasi di Garuda, mahal”terang Syafaruddin. Lanjutnya mengaku tidak mengetahui nomor dan bulan edisi penerbitan dan mengaku belum melihat bukti muatan publikasi majalah tersebut.

“Kami hanya memberikan materi apa yang akan dimuat di majalah tersebut, terkait jumlah dan dimuat di edisi keberapa, kami tidak tahu,”jawab Saparuddin.

Lanjut Saparuddin menjelaskan pengadaan cetak buku travel yang direncanakan untuk dibagikan ke hotel, guide, travel dan agen perjalanan membawa turis. Buku tersebut, hingga akhir tahun 2019 dinyatakan belum didistribusikan.

“Buku travel itu untuk dibagikan ke hotel, kemudian ada juga dibagikan kepada agen travel yang selalu membawa turis, tapi saat ini belum kami bagikan karena ada perbaikan,” jelas Syafaruddin didampingi stafnya Dio Selasa, (31/12/2019). Menurutnya, Dio yang paling paham mengenai pengadaan buku travel tersebut dan sebagai pembuat konten isi buku.

“Tidak ada masalah dengan buku tersebut, saat ini sedang direvisi oleh pejabat pemeriksa barang. Pak Kadis minta ada yang direvisi, karna ada salah ketik, contohnya tulisan rimba jaya menjadi rimba raya, tidak ada masalah dengan buku itu, sekarang buku itu direvisi oleh pejabat pemeriksa barang,”jelas Dio.

Pengadaan cetak buku dijelaskannya dilaksanakan oleh pihak ketiga, namun dirinya tidak mengetahui alamat CV Indonesia Kita sebagai pelaksana pekerjaan cetak 1700 eksemplar buku..

Sebelumnya, (30/12) Syafaruddin mengatakan Dio sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Melalui telepon selularnya Dio membantah dan menyarankan menemui Suwito. Alhasil, Suwito menunjukkan buku hasil cetakan tahun 2017 dan menjelaskan kegiatan yang merupakan aspirasi itu.

“Ini buku travel yang akan dicetak ulang bang, tapi isinya ada yang harus dirubah dulu, tapi bukan saya PPTK nya coba temui pak Sukitno,” kata Suwito sambil memberikan buku travel terbitan 2017.

Usai bertemu Suwito, konfirmasi dilakukan kepada Sutikno. Sebagai PPTK, Sutikno mengakui buku tersebut belum selesai dicetak,.

“Bukunya belum ada, langsung aja sama PPK, tapi pak Sekretaris sudah pergi” kata Sukitno saat ditemui dikantornya (30-12-2019).

Dari hasil penelusuran dan keterangan pejabat terkait diatas. Pejabat Pembuat Komitmen berhasil merealisasikan terlaksananya kegiatan meski tanpa didukung bukti fisik pekerjaan.

Penulis : Pandi

Fhoto  : net/gpi

Tinggalkan Balasan