Home / Sumut / Harga Cabai di Labuhanbatu Mulai ‘Pedas’, Kapolres ‘Warning’ Pedagang Nakal

Harga Cabai di Labuhanbatu Mulai ‘Pedas’, Kapolres ‘Warning’ Pedagang Nakal

Teks foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Labuhanbatu, Patindoan Situmorang, bersama Kapolres AKBP Agus Darojat SIK,MH, ketika Monitoring di Pasar Gelugur Rantauprapat.

Labuhanbatu, SB – Harga Cabai di wilayah Kabupaten Labuhanbatu- Sumatera Utara, mulai merangkak semakin ‘Pedas’. Hal ini ditengarai akibat curah hujan yang berkepanjangan, sehingga mempengaruhi suplay komoditi Cabai dan Bawang Merah.

“Masalah kenaikan harga bawang merah sekitar Rp1.000/Kg, dan cabai merah kenaikan Rp 6.000/Kg, karena penurunan suplay akibat cuaca musim hujan yang berakibat penurunan produksi cabai merah. Kami sudah berkoordinasi dengan Kansilog Labuhanbatu, untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Labuhanbatu, Patindoan Situmorang, Senin (16/12/2019), usai kegiatan Monitoring harga Sembako disejumlah Pasar di wilayah kerjanya.

Kendati demikian, harga sembako yang menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat menjadi perhatian serius Kapolres Labuhanbatu, apalagi situasi saat ini dalam rangkaian masuknya perayaan Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020.

“Kita tidak hanya pantau persediaan pangan saja, bahan baku dan masa kadaluarsa juga akan menjadi prioritas dalam operasi pasar ini,” sebut Kapolres AKBP Agus Darojat SIK,MH.

Kapolres menegaskan, monitoring dan inspeksi secara mendadak ini tentunya sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga, serta langkah pihaknya dalam meningkatkan rasa nyaman dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat, terhadap bahan makanan yang dipasarkan serta dapat dikonsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Untuk itu, melalui peninjauan langsung ke Pasar Gelugur, Brastagi Supermarket dan Bulog ini, Kapolres juga me-Warning para pedagang nakal untuk tidak melakukan spekulasi, dimana biasanya pada hari besar, pedagang menimbun barang dagangan dan terkesan komoditi tersebut menjadi langka, sehingga harga melonjak naik dan mahal.

Informasi yang dihimpun media ini, beberapa konsentrasi dalam monitoring tersebut menyasar kepada sejumlah bahan pangan seperti, beras, minyak makan, gula, bawang, cabai dan bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Hasilnya, sampai saat ini stok dan harga pokok di Labuhanbatu masih terbilang aman dan stabil, belum ditemukan adanya fluktuasi harga yang signifikan.

Pada kegiatan itu pula, tampak turut, Kasdim 0209/LB Mayor Arh Muji Santoso, Kepala Dinas Peternakan Biner Sitorus, perwakilan Kejari Labuhanbatu Susi Sihombing SH, Kabid Dinas Kesehatan Labuhanbatu Friska, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

( Bede | SB )

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin