Home / Batam / Biro Hukum Laksanakan Penyuluhan Bertema Pemuda, Ideologi dan Radikalisme

Biro Hukum Laksanakan Penyuluhan Bertema Pemuda, Ideologi dan Radikalisme

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Maryani Ekowati,SH memberikan pemaparan sambutan penyuluhan

Batam-Suara Birokrasi,- Biro Hukum Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan Penyuluhan hukum bertema Pemuda, Ideologi dan Radikalisme di Hotel BBC, Batam sejak hari kamis (21/11) hingga hari Jumat (22/11) kepada 60 (Enam Puluh) orang peserta diantaranya Mahasiswa/i perwakilan Universitas dan Anggota Organisasi Pemuda dan Masyarakat di Kota Batam.

Ormas yang Mengikuti acara tersebut diantaranya DPD KNPI Kota Batam, Ormas Batam Nusantara Bersatu, Pemuda Pancasila Kota Batam, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (GM FKPPI), dan ormas lainya

Narasumber berasal dari Pakar Hukum Tata Negara Dr. Refly Harun. S.H, M.A, LL.M, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Kewaspadaan Dini Provinsi Kepulauan Riau, Elman Krisos, SE dan Tenaga Penyuluh Hukum Pertama Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, SISKA SUKMAWATY., M.H.
Mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Mariani Ekowati. S.H, M.M memberikan pemaparan sambutan mengenai Radikalisme sebagai embrio lahirnya terorisme.

Peserta kegiatan
Ketua panitia

“Ada beberapa ciri paham radikal, satu, intoleran. kedua, fanatik yaitu selalu merasa benar sendiri, ketiga, eksklusif dan keempat, bersifat revolusioner, yaitu cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.”ungkap maryani Ekowati.

Menurut Maryani Ekowati, selain pencegahan secara institusional melalui kelembagaan pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat, dirinya berharap agar generasi muda memiliki daya tangkal kuat menghadapi ajakan radikal terorisme dengan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI, membangun wawasan keagamaan yang moderat, terbuka dan toleran, meswaspadai provokasi di lingkungan maupun dunia maya. Selain itu Amryani juga menghimbau agar pemuda membangun jejaring dengan komunitas damai secara offline maupun online serta meningkatkan penggunaan dunia maya dengan pesan-pesan perdamaian dan cinta NKRI.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menjelaskan materi tentang Ideologi Pancasila
Perwakilan Organisasi Pemuda Pancasila

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun turut memberikan materi tentang Ideologi Pancasila dan peran serta Pemuda sesuai asas kelembagaan pemuda serta tanggung jawab pemuda dan peran pemuda dalam upaya penanggulangan radikalisme. Refly Harun berpendapat bahwa Perbedaan harus disikapi secara proporsional, karena tidak semua paham yang berbeda dapat dipersepsikan sebagai paham radikal.

“Oleh karena itu, penting untuk memaknai perbedaan secara bijaksana. Jadikan Perbedaan sebagai landasan pemersatu, Perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling membenci.”imbau refly Harun.

Kabid Poldagri dan Kewaspadaan Dini Provinsi Kepulauan Riau, Elman Krisos, SE
peserta sedang bertanya

Materi selanjutnya tentang Membentengi Diri dari Paham Radikalisme melalui Nilai Nilai Kearifan Lokal, sebagai narasumber Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Kewaspadaan Dini Provinsi Kepulauan Riau, Elman Krisos, SE menjelaskan tentang radikalisme dan persepsi generasi muda terhadap radikalisme, ciri – ciri, media penyebaran paham radikal dan upaya – upaya menangkal radikalisme.

Elman menjelaskan, Kearifan lokal melayu Kepri sudah membuktikan dirinya dalam kurun waktu yang cukup lama dalam menangkal faham radikalisme…karena orang melayu indentik dengan Islam rahmatanlil alamin, Islam yang menghormati  perbedaan, kesetiaan dan anti radikalime. Kesetian, perbedaan cinta damai telah menjadi falsafah yang mendarah gaging dalam hati sanubari orang melayu yang tertuang dalam konsep-konsep lisan maupun tulisan untuk dipedomani oleh generasi hari ini dan akan datang.

“Gurindam 12, Pantun dan Kebiasaan Lokal yang Arif dan Bijaksana masyarakat merupakan tameng mencegah radikalisme,”ungkap Elman.

Tenaga penyuluh Kanwil Kemenkum dan HAM Kepri, Siska Sukmawaty
Peserta penyuluhan saat diskusi materi

Saat kegiatan, peserta juga mendapatkan penyuluhan tentang Pemahaman Ideologi bagi Generasi Muda dari Tenaga Penyuluh Hukum Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Siska Sukmawaty menjelaskan, ideologi sebagai cermin cara berpikir bangsa dan membimbing bangsa mencapai tujuan.

Siska memaparkan perbandingan berbagai ideologi negara dengan ideologi Pancasila sebagai gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang. Oleh itu diharapkan agar pemuda mengamalkan dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan berlangsung secara komunikatif dengan diskusi tanya jawab oleh peserta kegiatan.

sumber dan fhoto : Biro hukumeditor : Edy

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan