Home / Riau / Rohil Darurat Narkoba dan HIV AIDS, Mahasiswa STAI Ar Ridho Gelar Deklarasi

Rohil Darurat Narkoba dan HIV AIDS, Mahasiswa STAI Ar Ridho Gelar Deklarasi

Rokan Hilir darurat narkoba dan HIV AIDS, mahasiswa dan para dosen STAI Ar Ridho Bagansiapiapi menggelar aksi deklarasi anti narkoba.

Rohil, SB – Ratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar Ridho Rokan Hilir menggelar  aksi deklarasi anti narkoba dan bahaya HIV AIDS berlangsung di halaman gedung Rektorat Kampus STAI Ar Ridho Bagansiapiapi, Minggu 24 November 2019.

Selain mahasiswa, aksi deklarasi anti narkoba dan bahaya penularan virus HIV AIDS tersebut juga dihadiri oleh Ketua STAI Ar Ridho, Budi Setiawan, M.Pd, kemudian para Kepala Progam Pendidikan (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwa (MD), Ekonomi Syariah, dan Manajemen Penyiaran Islam (MPI) serta para dosen pengampu, turut berbaur bersama para mahasiswa dalam deklarasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Budi Setiawan, M.Pd mengharapkan kepada generasi muda terutama para mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi benar benar bebas dari pengaruh narkoba dan HIV AIDS, sehingga mahasiswa merupakan generasi muda yang benar benar memiliki kualitas dan memiliki prestasi gemilang tanpa narkoba.

Budi mengatakan, STAI Ar Ridho mengarahkan serta mengajarkan kepada mahasiswa untuk menyampaikan bahaya narkoba di tengah masyarakat dengan melakukan aksi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba bagi pemuda dan masyarakat umum.

“Kita meminta peran serta dari mahasiswa kita untuk terlibat aktif dan secara langsung untuk mengampanyekan anti narkoba dan bahaya HIV AIDS di tengah masyarakat,” katanya.

Dengan dilakukannya deklarasi anti narkoba dan bahaya HIV AIDS tersebut, Budi mengharapkan agar para generasi muda khususnya mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi benar benar terbebas dari pengaruh narkoba, yang  memiliki prestasi gemilang di bidangnya.

Riki Dermawan selaku koordinator aksi menanggapi serius dari kejadian yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Menurut dia, di Kabupaten Rokan Hilir kini sebanyak 285 orang tengah tertular virus HIV AIDS. Untuk itu, pihaknya berharap di kalangan mahasiswa tidak ikut terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Sebab, katanya ini akan menjadi citra buruk bagi mahasiswa.

“Sebagai mahasiswa seharusnya bisa memberikan arahan kepada masyarakat awam di lingkungannya masing masing,” katanya menegaskan.

Dikemukakannya, apa yang mereka lakukan ini semoga bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di Kabupaten Rokan Hilir, khususnya  kepada para kaum milenial.

Dikatakannya, para mahasiswa dari STAI Ar Ridho ini akan mencoba untuk mensosialisasikan dampak buruk narkoba dan bahaya virus HIV AIDS, sehingga masyarakat itu tidak terjerumus ke hal hal tersebut.

Riki mengaku sedikit terlambat untuk melakukan konfirmasi terkait masalah ini kepada pihak pemerintah dalam hal ini Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rokan Hilir. “Kalau seandainya kami sedikit saja lebih cepat mengkonfirmasi mungkin mereka (BNK) akan bekerja sama dengan kita (mahasiswa),” sebutnya.

Ketua Himaprodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Semester III ini mengaku siap untuk bergandengan tangan dengan lembaga lembaga Pemerintah maupun lembaga non pemerintah serta instansi terkait lainnya dalam hal melaksanakan kegiatan kegiatan sosial di Kabupaten Rokan Hilir. (man)

Silakan di ShareShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin