Home / Anambas / Ini Poin Penting Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kepulauan Anambas

Ini Poin Penting Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kepulauan Anambas

Anambas, SB – Untuk menjalani gerakan masyarakat sehat, Dinas Kesehatan mengadakan penggalangan organisasi masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas, bersama organisasi masyarakat. Penggalangan organisasi ini diadakan di Aula Kantor Bupati Lama (Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Kamis (21/11/2019).

Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Salah satu gerakan masyarakat yang harus kita lakukan adalah antisipasi merokok, di Anambas kan sudah ada Perbup yang mengatur kawasan tanpa rokok,” ucap Budi perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, pada Kamis (21/11/2019).

Semakin zaman berkembang, kini anak-anak Sekolah Dasar (SD) sudah ada yang merokok bebas. Bahkan anak kecil saja sudah diperbolehkan untuk merokok.

“Ini merupakan penyakit dan permasalahan yang ada di Indonesia,” ungkap Budi.

Ia juga menjelaskan bahwa ada 6 point yang harus diperhatikan dalam Germas, yaitu peningkatan aktivitas fisik, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan edukasi sehat, dan peningkatan perilaku hidup sehat.

Selain 6 point tersebut, masyarakat tentunya harus berperilaku hidup sehat, melakukan pengecekan kesehatan, makan sayur dan buah.

“Sayangnya di Anambas ini untuk pasokan buah dan sayur cukup sulit dan harganya juga mahal ya. Seperti kue kotak ini, coba diganti dengan makanan sehat seperti ubi, jagung, dan buah,” tutupnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas mengatakan untuk pelaku pembangunan kesehatan masyarakat perlu adanya 3 komponen yaitu pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Kita harus ada hubungan kerjasama, makanya mari sama-sama kita bangun layanan kesehatan lebih baik lagi dari pihak swasta juga ikut mendukung,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Paras Siregar.

Lebih jelas ia mengungkapkan, yang jadi persoalan masalah kesehatan masyarakat yakni, tingkat partisipasi masyarakat kurang, posyandu kategori mandiri baru ada satu, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan perbup KTR, kurang sarana dan prasarana, dan penyebaran tenaga kesehatan belum merata. (Nd)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan