Home / Sumut / Pak Dandim! Karena Perintahmu, Air Mata Rakyat Menetes..

Pak Dandim! Karena Perintahmu, Air Mata Rakyat Menetes..

Catatan Oleh:
Budi Ardiansyah SE, ( Kepala Perwakilan Suarabirokrasi.com- Biro Labuhanbatu)

Siapa bilang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di satu wilayah tak terarah dan tidak terorganisir? Dan siapa pula yang berani bertanggungjawab mengatakan, kalau perwira setingkat Komandan Rayon Militer (Danramil) tidak miliki jiwa patriotisme? Ketika jawaban pernyataan itu muncul, dapat dipastikan ada yang salah dengan konsep kepemimpinan Komandan Kodim (Dandim)nya.

Namun, di lirik pada wilayah Teritorial Kodim 0209/LB saat ini, kesemua gambaran tersebut terbilang masih jauh dari paradigma. Hanya saja disisi berbeda, kini, kantor ketentaraan di Labuhanbatu yang dijabat oleh Dandim Letkol Inf Santoso, telah sering teteskan air mata rakyat akibat realisasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Belum hilang dari ingatan kita, puluhan warga Desa Cinta Makmur Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu- Sumatera Utara, akhirnya harus meneteskan air mata haru ketika hendak berpisah dengan sepasukan prajurit, usai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 yang sukses direalisasikan pada bulan Juli 2019 lalu.

Bahkan, akibat program tepat sasaran itupun, seminggu kemudian pasca pelaksanaannya, Kepala Desa Cinta Makmur, Ego Wiharno, dengan ‘Nekat’nya kembali mengundang Letkol Inf Santoso lewat acara sukuran/kenduri atas terwujudnya rehab sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa itu, dan telah terbuka akses jalan menuju ke Desa lain.

Menurut penulis, seandainya boleh menafsirkan, digelarnya acara diluar agenda dimaksud adalah merupakan wujud kerinduan masyarakat, untuk bisa duduk bersama pimpinan Kodim 0209/LB dan jajarannya lagi. Dimana ketika program berlangsung, personil TNI dinilai telah kembali menguatkan rasa keakraban di Desa tersebut. Dapat pula di isyaratkan, mimik wajah Kades kala itu seolah memberi sinyal dan berucap: “Pak Dandim! Akibat TMMD ini, banyak warga yang tidak inginkan perpisahan”.

Itu kisah 5 Bulan silam. Sejatinya kali ini, lewat kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu tahun 2019, yang digelar di lapangan Bola Kaki Kodim setempat, Rabu (6/11/2019), Dandim kembali teteskan air mata masyarakat lewat program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Peristiwa nyata itupun, terfokus ketika rombongan Tim Pengawas Evaluasi (Wasev) Binter Terpadu yang dipimpin oleh Kasiter Korem 022/PT Letkol Inf Sutan Lubis didampingi Dandim 0209/LB menuju ke lokasi RTLH milik Muktar Nasution, di Jalan Paindoan Kelurahan Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu- Sumatera Utara.

Ketika itu tanpa disadari, seorang ibu paruh baya berkerudung hitam menerobos para rombongan dan langsung memeluk Kasiter serta Dandim, seraya menangis tersedu-sedu dikarenakan ephoria kebahagiaan penuh haru yang dirasakan, akibat rumah adik kandungnya telah direhab TNI lewat program tersebut.

“Syukur Alhamdulillah Ya Allah, dan terimakasih Kodim 0209/LB karena telah membangun rumah adik saya,” lirihnya, sambil memeluk erat tubuh Letkol Inf Sutan Lubis, tanpa ragu.

Setelah melepaskan diri dari pelukan Kasiter Rem 022/PT, kakak Mukhtar Nasution itu kembali mendekap Dandim, dan menangis lagi seraya mengadukan hinaan warga belakangan ini kepada adik kandungnya akibat hidup miskin di ‘gubuk reot’.

“Selama ini, begitu banyak hinaan yang diterimanya dari orang lain, karena ketidak mampuannya untuk memiliki rumah yang layak huni. Sekarang semua cacian itu telah berakhir, terimakasih pak TNI,” bilang ibu paruh baya tersebut.

Baiklah, mari kita hentikan kisah tetes air mata ini sejenak, dan ayo kita coba konsentrasikan siapa sih ‘otak pelaku’ mengapa para warga dan ibu paruh baya tersebut sangat bahagia hingga menangis? Penulis menjawab ini karena Babinsa.

Seperti halnya, Kasiter Korem 022/PT Letkol Inf Sutan Lubis menguraikan, penentuan RTLH tersebut dicari dan ditentukan oleh Babinsa, sesuai dengan konteks kepatutan kondisi rumah untuk direhab melalui program Binter Terpadu 2019.

“Tentunya seperti yang kita lihat, bapak ini belum mampu untuk merehap atau mendirikan rumahnya, dengan adanya Binter Terpadu, hingga bapak ini mendapatkan rumah yang layak. Kegiatan ini juga akan terus berlanjut, untuk wilayah Korem 022/PT ini adalah pelaksanaan yang ketiga,” terang Kasiter.

Memaknai uraian Letkol Inf Sutan Lubis tersebut, penulis sepakat memberi kesimpulan yang sama bahwa Babinsa adalah ujung tombak dalam mencari dan memberikan informasi terkait. Kendati demikian, satu kalimat penutup yang semestinya turut ditorehkan, ‘Pak Dandim! Karena Perintahmu, Air Mata Rakyat Menetes’.. (*)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan