Home / Sumut / Pengelola Usaha Produksi Stone Crusher Bantah Pemberitaan Sejumlah Media

Pengelola Usaha Produksi Stone Crusher Bantah Pemberitaan Sejumlah Media

Labuhanbatu, SB – Pihak pengelola usaha produksi batu pecah (stone crusher) di Tangkahan Benol Gariang, Dusun Bukit Medan, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, membantah pemberitaan di sejumlah media online yang menyebutkan bahwa usaha produksi stone crusher yang mereka kelola tersebut tidak memiliki izin.

Mewakili perusahaan CV Indo Kaya Alam selaku pengelola usaha produksi stone crusher tersebut, Basyaruddin, kepada awak media Kamis pagi, (01/08/ 2019) menjelaskan bahwa pemberitaan di sejumlah media online, yang menyebutkan usaha produksi stone crusher di Tangkahan Benol Gariang, Dusun Bukit Medan, Desa Janji itu tidak memiliki izin, hal itu tidak benar.

“Kami punya izin resmi yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Labuhanbatu,” kata Basyaruddin sembari memperlihatkan dokumen surat Izin Usaha Industri (IUI) Menengah, Nomor : 503.531/032/DPMPTSP – BP2EKR/2017 yang ditetapkan/diterbitkan pada tanggal 5 Oktober 2017.

Kemudian, Basyaruddin juga memperlihatkan dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah, Nomor : 503/054.a/DPMPTSP/SIUP/2017, yang diterbitkan tanggal 30 Mei 2017.
Dalam SIUP Menengah itu, disebutkan bahwa barang/jasa dagangan utama adalah batu pecah, batu solit, base A, base B, abu batu dan screning.

“Perusahaan kami beroperasi bukan tanpa izin bang. Resmi terdaftar. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) atas nama perusahaan komanditer (CV) Indo Kaya Alam yang kami miliki sangat jelas, Nomor TDP : 02.06.3.46.00042.a. Diterbitkan tanggal 30 Mei 2017. Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP) : 81.747.295.4 – 116.000,” jelasnya.

Ditambahkan Basyaruddin, dalam mengelola dan memproduksi stone crusher, pihaknya juga mengantongi Izin Gangguan, Nomor : 503/28/DPMPTSP/III/2017, diterbitkan oleh Dinas PMPTSP Kabupaten Labuhanbatu, tanggal 31 Agustus 2017.

“Makanya kami heran, koq bisa muncul pemberitaan di sejumlah media online menyebutkan usaha produksi stone crusher yang kami kelola tidak dilengkapi izin? Izin yang kami kantongi dikeluarkan oleh DPMPTSP Kabupaten Labuhanbatu karena merupakan izin usaha industri menengah. Kapasitas produksi terpasang hanya 10.000 Ton per tahun, dan dalam rangka pembinaan serta pengawasan, izin yang kami miliki ini akan kami daftar ulang setiap 3 tahun, terhitung sejak tanggal penetapan izin,” ujarnya lagi.

Basyaruddin sangat menyayangkan pemberitaan tidak berimbang yang diterbitkan oleh sejumlah media online di daerah ini.

“Seharusnya sebelum mereka tulis dan beritakan, ya konfirmasi dululah ke kita. Jangan main asal tulis saja.” Tutup Basyar (DR/DB)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan