Home / Riau / Nyaris Baku Hantam Oknum Jaksa dan Wartawan di Rohil Akhirnya Jabat Tangan

Nyaris Baku Hantam Oknum Jaksa dan Wartawan di Rohil Akhirnya Jabat Tangan

Kedua belah pihak antara NJ dan Abdurrahman berdamai saling berjabat tangan disaksikan Kepala Kejaksaan Negeri Rohil Gaos Wicaksono SH MH, Ketua PWI Rohil Nopriosandi ST, paling kanan.

Rohil, SB – Akibat kesalah pahaman antara oknum jaksa berinisial NJ dengan salah seorang wartawan media online bernama Abdurahman, berujung damai dan saling berjabat tangan diruang kerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hilir, pada Kamis 11 Juli 2019.

Hadir Kepala Kejari Rohil Gaos Wicaksono SH MH, didampingi Kasi Intelijen Farkhan Junaedi SH, Kasi Pidsus Mochtar SH, Kasi Pidum Zulham Pane SH.

Perdamaian juga turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir Nopriosandi ST dan beberapa wartawan lainnya yang tergabung di wadah PWI Rohil maupun diluar PWI.

Dalam kesempatan itu Gaos Wicaksono SH MH selaku pihak yang dituakan di Kejari Rohil mengajak semua pihak khususnya kedua bela pihak untuk saling memaafkan atas kesalah pahaman ini.

“Kejaksaan dan Wartawan adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan. Apalagi selama ini hubungan antara pihak kejaksaan dan wartawan sudah terjalin dengan baik, untuk itu hubungan ini perlu di pupuk agar kedepan dapat lebih baik lagi,” ujar Kajari, seraya mengajak kedua pihak saling membuka pintu maaf.

Seraya berkelakar, Gaos Wicaksono SH MH juga mendoakan Abdurrahman kedepan bisa menjadi Ketua PWI Rokan Hilir. “Nanti tak doakan kamu jadi Ketua PWI ya, Man,” kata Gaos, mendoakan.

Sementara Ketua PWI Rokan Hilir Nopriosandi ST juga turut meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi antara NJ dan Abdurrahman, kemudian keduanya membuka pintu maaf dan saling memaafkan ditandai dengan saling jabat tangan di hadapan Kajari Rohil Gaos Wicaksono, ditandai dengan melakukan foto bersama.

Sebelumnya persoalan itu dipicu saat oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohil berinisial NJ mengajak berantam salah satu wartawan media online bernama Abdurrahman saat bertugas meliput di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil).

Rahman menceritakan kronologis kejadiannya pada hari Senin 1 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, oknum  JPU inisial NJ mengajak dirinya berantam, bahkan aku Rahman, NJ sempat mengeluarkan bahasa kasar.

“Apa maksud mu memfoto-foto saya, kamu mau menjatuhkan saya ya. Kalau kau kurang senang kepada saya bilang,” kata Rahman, menirukan ucapan NJ.

“Loh..maksud mu apa ni, itu hak saya sebagai seorang jurnalis atau wartawan. Dan saya memfoto bukan langsung menaikkan berita, tetapi saya konfirmasi atau bertanya sama Humas Kejari, Farkhan,” kata Rahman, menjawab.

“Kalau kau kurang senang bilang terus terang kepada saya, yuk lah kita main, dimana kamu mau main disini atau diluar,” kata NJ menimpali, seraya membuka bajunya.

“Saya tidak masalah dilihat hakim kayak ini, telanjang pun tak masalah. Saya tidak sama dengan jaksa lain, kalau jaksa lain diam-diam saja,” katanya kepada Rahman, sambil tersulut emosi. (man)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan