Home / Riau / Kelenteng In Hok King Mulai Ramai Didatangi Masyarakat Tionghoa Untuk Melakukan Ibadah 

Kelenteng In Hok King Mulai Ramai Didatangi Masyarakat Tionghoa Untuk Melakukan Ibadah 

Sumiati, pedagang perlengkapan sembahyang bakar Tongkang

Rohil, SB – Ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau tampak ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Jakarta, Medan, Jambi dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Selain wisatawan lokal, ternyata Ritual Bakar Tongkang yang merupakan salah satu Event Nasional khas Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir tersebut, juga ramai dikunjungi para wisatawan asing dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapore dan negara Prancis.

Wisatawan yang mayoritas dari keturunan etnis Tionghoa tersebut terpantau ramai untuk memulai ritual sembahyang Bakar Tongkang dengan cara membakar dupa dan kertas sembahyang di Klenteng In Hok King berlokasi di tengah Kota Bagansiapiapi, Selasa 18 Juni 2019, sekitar pukul 07.00 WIB.

Klenteng In Hok King yang berdiri kokoh di tengah Kota Bagansiapiapi itu mulai dipenuhi asap dari dupa dan kertas sembahyang warna kuning yang di bakar para tamu untuk melakukan ibadah menurut kepercayaan yang mereka anut hingga turun temurun. Klenteng In Hok King Bagansiapiapi ternyata di bangun sejak  tahun 1875 oleh suku Ang.

Sumiati, (26) tahun, warga Jalan Perniagaan, pedagang yang membuka lapak disekitar Klenteng In Hok King mengaku, para pengunjung yang datang biasanya berbelanja untuk membeli keperluan sembahyang, seperti kertas, dupa dan keperluannya sembahyang lainnya.

Sumiati mengatakan dirinya baru empat tahun berdagang perlengkapan sembahyang diseputar Kelenteng In Hok King. Menurutnya, sembahyang Bakar Tongkang kali ini tampak lebih sepi dari tahun sebelumnya, sembari mengatakan, pengunjung yang datang kebanyakan dari Jakarta, Malaysia dan Singapura.

“Kayaknya tahun ini lebi sepi la ya. Tahun kemarin lebih ramai dari tahun ini. Ada  yang dari Malaysia, dari Singapore juga ada, Jakarta juga ada. Lebih banyak si  dari Jakarta, Medan Sumatera Utara. Kebanyakan membeli kelengkapan sembahyang seperti, dupa, kertas, minyak, lilin dan alat kelengkapan sembahyang lainnya,” sebut Sumiati.

Ritual sembahyang Bakar Tongkang menurut mereka, merupakan salah satu ibadah kepada Tuhan, seraya berdoa buat keluarga agar senantiasa diberikan kesehatan. “Kemudian meminta berkat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Supaya usaha mereka dilancarkan. Itu yang terutama,” kata Sumiati, menambahkan. (man)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan