Home / Nasional / Diduga PT Telkom Aceh Tamiang Kecewakan Pelanggan

Diduga PT Telkom Aceh Tamiang Kecewakan Pelanggan

Aceh Tamiang, SB – Internet mempunyai berbagai fasilitas untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dengan cepat dan mudah, dengan adanya berbagai fasilitas dari internet, di berbagai tempat usaha baik di perusahaan swasta, Persero dan usaha kecil serta menengah selalu menyediakan WI-FI untuk akses internet secara gratis.

Bukan hal yang aneh diseluruh Provinsi Aceh, dari pinggiran hingga pusat kota, berdiri warung-warung kopi juga disuguhi WIFI sebagai fasilitas untuk akses internet gratis yang disediakan oleh pemilik usaha, agar selalu ramai dikunjungi banyak penikmat kopi, mulai dari orang tua dan remaja.

Tak ayal pula pengusaha warung kopi Aceh saling berlomba-lomba menyediakan fasilitas internet super cepat, bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan daya tarik pengunjung agar seramai mungkin demi mendapatkan keuntungan besar.

Namun sangat disayangkan saat terputusnya koneksi internet dengan waktu yang sedikit lama pada salah satu usaha warung kopi dapat mengakibatkan kerugian besar sepi dari pengunjung, berdampak kehilangan omzed bahkan terancam hilangnya langganan tetap, seperti terlihat kekecewaan pengunjung di warkop 86 Koepi, di jalan lintas Medan – Banda Aceh, Kampung Tanah Terban, kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, tidak dapat mengakses internet melalui Android dan laptop dikarenakan terputusnya jalur internet di warung kopi tersebut semenjak, Selasa (21/05/19) Malam.

Informasi yang masuk ke redaksi Suarabirokrasi.com, Minggu pagi 26 May 2019, dari pemilik warkop 86 Koepi, Jasmani, juga salah seorang wartawan Suarabirokrasi.com yang bertugas sebagai kepala perwakilan Provinsi Aceh, menegaskan bahwa kekecewaan yang didapatinya atas ketidaknyamanan layanan dalam menangani kerusakan oleh PT Telkom di Kecamatan Kota Kualasimpang. “Saya sangat kecewa atas lambatnya pelayanan PT Telkom Kota Kualasimpang dalam menangani kerusakan pada internet di usaha warkop saya, setiap hari dipertanyakan mereka hanya janji-janji saja selalu bahasa yang sama hari ini diperbaiki, terus menerus setiap harinya seperti itu,” keluh Jasmani.

Saat dilakukan konfirmasi langsung layanan kontak 147 Customer service, di janjikan akan secepatnya dilakukan perbaikan setelah dilakukan terusan pemberitahuan ke unit layanan terdekat dan bahkan masuk pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS) dari Telkomsel 147, Kamis 23 May 2019, “Pelanggan Yth, gangguan Internet 11113410xxxx, tiket no IN5174xxxx akan ditangani teknisi AGUNG perkiraan perbaikan tgl 24 May 2019”. Namun, hingga detik ini belum adanya perbaikan yang dilakukan oleh penanggung jawab PT. Telkom Aceh Tamiang.

Jasmani menjelaskan baru satu bulan lamanya menggunakan jasa internet untuk usaha warung kopinya, pada awal bulan pertama sebelum dilakukan pembayaran, satu minggu sebelum jatuh tempo pembayaran, layanan operator 147 sudah mengingatkan dengan cara menelpon ke no kontak pribadinya.

“Belum jatuh tempo saja mereka sibuk nelpon mengingatkan untuk segera membayar tagihan, besoknya saya langsung membayarnya meskipun belum masuk jatuh tempo, tapi ketiban jalur rusak seperti ini kenapa semuanya seperti pura-pura tidak tau seakan lari dari tanggung jawab,” kesalnya.

“Saya pasang internet untuk usaha saya dengan maksud agar pengunjung datang, dengan rusaknya internet saya dengan waktu yang lama seperti ini sehingga warkop saya sepi dari pengunjung, untuk apa saya bayar mahal-mahal kalau sebenarnya malah merugikan saya, dan saya sudah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada pimpinan PT Telkom wilayah Aceh Tamiang namun tidak dapat ditemui karena pimpinan tidak masuk kantor,” tandas Jasmani. (Red)

Silakan di ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

About Redaksisuarabirokrasi

Tinggalkan Balasan